Respons Cepat Menteri Keuangan atas Keluhan Sistem Coretax di Danantara
Kementerian Keuangan menunjukkan respons sigap terhadap keluhan mengenai sistem perpajakan digital Coretax yang dilaporkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turun tangan langsung untuk memverifikasi kebenaran keluhan tersebut dan memastikan sistem berjalan optimal.
Kunjungan mendadak ini dilakukan setelah Purbaya menerima laporan intensif dari manajemen Danantara yang menyatakan adanya kesulitan dalam pengoperasian Coretax. Kekhawatiran muncul apakah kendala tersebut bersumber dari sistem itu sendiri atau justru dari sisi pengguna. Langkah proaktif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan efektivitas dan kemudahan penggunaan sistem perpajakan digital bagi seluruh wajib pajak, termasuk institusi besar seperti Danantara.
Kronologi Penanganan Keluhan Coretax
Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka membagikan pengalamannya melalui akun media sosial pribadinya, menjelaskan alasan di balik kedatangannya ke kantor Danantara. Ia mengaku menerima aduan yang cukup serius mengenai Coretax yang dilaporkan tidak berfungsi.
“Kemarin Danantara komplain katanya Coretax-nya tidak jalan. Saya mau lihat sini betul-betul tidak jalan atau memang orang Danantara yang tidak bisa masukin,” ungkap Purbaya dalam salah satu unggahannya.
Untuk memastikan penanganan yang akurat, Purbaya tidak datang sendirian. Ia membawa serta tim ahli teknologi informasi (IT) dan tim dari Direktorat Jenderal Pajak. Tujuannya adalah untuk memberikan pendampingan langsung kepada tim Danantara dalam proses memasukkan data yang diperlukan ke dalam sistem Coretax. Langkah ini diambil untuk menguji secara langsung apakah sistem Coretax memang bermasalah atau ada kendala teknis pada sisi pengguna yang dapat diatasi dengan bantuan profesional.
Pernyataan Purbaya, meski disampaikan dengan nada santai, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap wajib pajak dapat memanfaatkan sistem Coretax dengan baik dan lancar.
Keluhan yang Datang Bertubi-tubi
Menurut Purbaya, keluhan yang diterimanya dari pihak Danantara bersifat bertubi-tubi dan cukup intens. Kesulitan dalam memasukkan data ke dalam sistem Coretax menjadi sorotan utama yang mendorongnya untuk segera melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Danantara ngeluh abis-abisan sama saya. Jadi saya ke sini. Eh saya ke sini kabur dia ke luar negeri, si Pak Pandu,” ujar Purbaya sambil berkelakar.
Lelucon tersebut merujuk pada Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, yang disebut sebagai salah satu pihak pertama yang menyampaikan kendala teknis terkait penggunaan Coretax. Namun, ironisnya, saat Purbaya tiba di kantor Danantara, Pandu Sjahrir dilaporkan sedang melakukan kunjungan bisnis ke Abu Dhabi. Meskipun demikian, ketidakhadiran Pandu tidak menghalangi proses evaluasi dan pendampingan teknis yang dilakukan oleh tim Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak.
Arah Pengembangan Coretax yang Semakin Baik
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya Yudhi Sadewa juga memberikan pandangannya mengenai perkembangan sistem Coretax secara umum. Ia menegaskan bahwa, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, sistem Coretax secara keseluruhan sudah berada pada jalur pengembangan yang positif dan mengarah pada perbaikan.
“Secara umum sudah berjalan ke arah yang lebih baik,” kata Purbaya.
Ia mengakui bahwa setiap sistem baru pasti memiliki tantangan awal dan memerlukan penyesuaian. Namun, berdasarkan tinjauan langsung dan interaksi dengan tim Danantara, Purbaya mengklaim bahwa sejumlah kendala yang sebelumnya dikeluhkan telah berhasil diidentifikasi dan bahkan sebagian besar telah teratasi. Arah pengembangan sistem perpajakan digital ini dinilai semakin matang dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Kendala Minor dan Perbaikan Bertahap
Setelah melakukan evaluasi mendalam dan memberikan pendampingan teknis, Purbaya menyimpulkan bahwa kendala yang tersisa di sistem Coretax bersifat minor. Masalah-masalah kecil ini, menurutnya, tidak akan mengganggu operasional sistem secara keseluruhan maupun menghambat aktivitas wajib pajak.
“Kami akan sedikit adjust software-nya mungkin seminggu dua minggu selesai, tapi itu enggak penting-penting banget dalam artian, yang minor tapi tidak akan membuat sistemnya berhenti atau wajib pajak tidak bisa menjalankan kerjanya dan pekerjaan. Dia pengen fasilitas yang lebih mudah saja,” jelas Purbaya.
Penyesuaian yang akan dilakukan lebih difokuskan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa sistem Coretax secara fundamental berfungsi dengan baik, dan perbaikan yang dilakukan bertujuan untuk menyempurnakan pengalaman pengguna.
Klaim Keberhasilan Penggunaan Coretax oleh Danantara
Sebagai penutup kunjungannya, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa tim Danantara kini sudah dapat menggunakan sistem Coretax dengan baik. Setelah sesi pendampingan dan penyesuaian teknis, sistem tersebut diklaim telah berjalan optimal.
“Kalau ada ini itu wajar konsumen ingin fasilitas yang gampang banget itu wajar, tapi sepertinya sistemnya sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan dari pemerintah bahwa sistem Coretax terus berfungsi dan mengalami penyempurnaan berkelanjutan. Masukan dari pengguna seperti Danantara sangat dihargai untuk memastikan sistem perpajakan digital ini menjadi semakin optimal, efisien, dan ramah pengguna. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpajakan di era digital.






