
Pada masa awal kehidupan, saluran cerna anak mulai terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna pada 1.000 hari pertama sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Menurut dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), seorang Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Gastrohepatologi, saluran cerna yang sehat sangat berkaitan dengan mikrobiota usus yang baik. Mikrobiota usus ini memainkan peran penting dalam mendukung fungsi pencernaan dan sistem imun anak.
Dimulai Sejak Masa Kehamilan

Menurut dr. Frieda, kesehatan mikrobiota usus anak sebaiknya sudah diperhatikan sejak masa kehamilan. Salah satu cara untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi perkembangan mikrobiota usus adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat pangan.
“Bagaimana caranya agar mikrobiota usus kita tetap sehat? Mulai dari janin, jadi ketika ibu mengandung, ibu juga diharapkan rajin mengonsumsi buah dan sayur,” ujarnya dalam acara diskusi media Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker di Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Secara teori, yang masih dalam penelitian, kondisi ini bisa memengaruhi lingkungan janin melalui plasenta dan air ketuban. Dengan demikian, pola makan ibu selama kehamilan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan saluran cerna anak di masa depan.
Setelah Bayi Lahir

Setelah bayi lahir, kesehatan saluran cerna juga dapat didukung melalui ASI. Menurut dr. Frieda, ASI mengandung Human Milk Oligosaccharides (HMO) yang merupakan prebiotik pertama bagi bayi.
Prebiotik ini membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, sehingga mendukung perkembangan saluran cerna sejak awal kehidupan. Inilah salah satu alasan mengapa ASI disebut sebagai asupan terbaik bagi bayi.
Berpengaruh pada Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Selain itu, dr. Frieda menekankan bahwa jika saluran cerna tidak berkembang dengan baik pada 1.000 hari pertama kehidupan, maka pertumbuhan anak bisa menjadi tidak optimal.
Dampaknya bisa terlihat dari:
Berat badan yang kurang
Tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia
* Hingga risiko stunting
Selain itu, perkembangan kognitif anak sangat pesat pada dua tahun pertama kehidupan. Oleh karena itu, kesehatan saluran cerna yang baik ikut berperan dalam menunjang proses belajar dan perkembangan anak di masa depan.
Pentingnya Pola Hidup Seimbang
Untuk menjaga kesehatan saluran cerna anak, selain ASI dan pola makan ibu selama kehamilan, penting juga untuk memperhatikan pola hidup seimbang. Hal ini mencakup aktivitas fisik, penggunaan antibiotik secara bijak, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tepat sesuai usia.
Dengan menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini, anak akan memiliki dasar yang kuat untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Ini juga menjadi fondasi untuk kesehatan jangka panjang, termasuk sistem imun dan fungsi otak.






