Gaya Hidup Sehat Dorong Pertumbuhan Nutrisi 2 Digit di 2026

Industri Nutrisi dan Suplemen di Indonesia: Prospek Cerah di Tengah Adaptasi Konsumen

Pasar vitamin dan mineral di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami pertumbuhan signifikan, menunjukkan ketahanan sektor ini di tengah dinamika ekonomi global. Perkiraan pendapatan sektor industri dari bisnis vitamin dan mineral di Indonesia diprediksi mencapai sekitar 645 juta dolar AS pada tahun 2025. Angka ini didukung oleh tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) yang diperkirakan mencapai 6,57 persen.

Namun, pelaku industri memiliki pandangan yang lebih optimis. Mereka memproyeksikan pertumbuhan pasar nutrisi dan wellness di Indonesia dapat mencapai angka dua digit pada tahun 2026. Proyeksi ini didorong oleh semakin meluasnya adopsi gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Indonesia. Produk nutrisi pun kian dilihat bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan esensial.

Pergeseran Prioritas Konsumen: Selektif namun Tetap Membeli

Meskipun dihadapkan pada tekanan ekonomi, masyarakat Indonesia menunjukkan ketahanan dalam pengeluaran untuk produk nutrisi. Sebuah temuan menarik datang dari survei Asia Pacific Responsible Supplementation Survey 2025 yang dilakukan oleh Herbalife pada Juni 2025. Survei ini melibatkan 9.000 responden di 11 pasar kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Hasil survei di Indonesia menunjukkan bahwa 92 persen responden sangat menekankan pentingnya layanan kesehatan preventif untuk kesejahteraan mereka. Lebih lanjut, mayoritas responden ini telah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kesehatan diri mereka. Ini tercermin dari temuan bahwa 88 persen konsumen di Indonesia secara rutin mengonsumsi suplemen kesehatan.

Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager Herbalife Indonesia, mengamati bahwa meskipun masyarakat tetap membeli produk nutrisi, terdapat pergeseran dalam pola konsumsi. Konsumen kini menjadi lebih selektif dan cermat dalam menata kembali prioritas pengeluaran mereka, menyesuaikannya dengan kebutuhan kesehatan yang semakin meningkat.

“Konsumen Indonesia semakin memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan, dan hal ini memengaruhi pilihan mereka dalam makanan, vitamin, dan suplemen. Seiring kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan konsumsi, kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri ini ke depan,” ujar Oktarianto.

Faktor Demografis: Generasi Muda dan Kelompok Produktif sebagai Penggerak

Dinamika pasar nutrisi di Indonesia tidak lepas dari peran penting faktor demografis. Generasi Z, meskipun memimpin dari sisi volume dan adopsi tren baru, namun nilai pengeluaran tertinggi masih disumbangkan oleh kelompok usia produktif yang memiliki daya beli lebih besar. Kombinasi kedua segmen ini menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar, baik dari segi volume maupun nilai.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan populasi Generasi Z di Indonesia akan mencapai 74,93 juta jiwa pada tahun 2025, mewakili sekitar 27,94 persen dari total populasi. Bersama dengan generasi milenial, Gen Z yang merupakan pengguna internet dan media sosial paling aktif, menjadi motor penggerak utama tren konsumsi nutrisi yang semakin terdigitalisasi.

Herbalife Indonesia melihat adanya partisipasi yang kuat dari generasi muda dalam bisnis mereka. Oktrianto mencontohkan bahwa member independen Herbalife di Indonesia didominasi oleh Gen Z dan generasi yang lebih muda, yang mencapai 62,4 persen dari total anggota.

Model Bisnis Penjualan Langsung: Adaptasi dan Penguatan di Era Digital

Model bisnis penjualan langsung dinilai sangat menarik bagi generasi muda. Platform ini tidak hanya menjadi sarana untuk mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga menawarkan peluang untuk memperoleh penghasilan. Menariknya, di era digital commerce dan social commerce seperti saat ini, platform digital justru tidak menggantikan penjualan langsung, melainkan memperkuatnya, terutama di pasar Indonesia.

Oktrianto menjelaskan bahwa meskipun platform digital memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi, koneksi antarmanusia tetap menjadi faktor pembeda utama yang tidak tergantikan. Kombinasi ini memungkinkan model bisnis berbasis jaringan untuk tetap relevan, mudah dikembangkan (scalable), dan tangguh, bahkan di tengah lanskap perdagangan yang semakin digital.

Alih-alih terganggu oleh perkembangan social commerce, penjualan langsung justru terus berevolusi bersamanya. Di Indonesia, evolusi ini selaras dengan kekuatan utama model bisnis penjualan langsung. Para member independen Herbalife saat ini telah bertransformasi menjadi wirausaha digital yang cerdas. Mereka memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, serta komunitas daring untuk:

  • Mengedukasi konsumen: Memberikan informasi yang akurat dan relevan mengenai nutrisi dan gaya hidup sehat.
  • Menjangkau audiens yang lebih luas: Memanfaatkan jangkauan digital untuk terhubung dengan calon konsumen di berbagai lokasi.
  • Membangun kepercayaan dalam skala besar: Interaksi personal yang difasilitasi oleh platform digital membantu membangun hubungan yang kuat dan kredibel.

Tantangan utama bagi industri nutrisi, menurut Oktrianto, adalah memastikan produk dan inisiatif edukasi yang ditawarkan tetap relevan dengan aspirasi kesehatan dan preferensi gaya hidup Gen Z dan milenial. Di sisi lain, industri juga harus tetap responsif terhadap kebutuhan keluarga serta segmen usia produktif yang merupakan basis pasar yang signifikan. Dengan strategi yang tepat, industri nutrisi dan suplemen di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat.

Pos terkait