Perhatian Serius terhadap Harga LPG di Kalimantan Tengah
Sektor energi bahan bakar gas (LPG) kini menjadi fokus utama bagi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah (Disdagperin Kalteng). Saat ini, harga gas LPG baik dalam kategori subsidi 3 kg maupun kategori 12 kg dilaporkan masih tinggi di pasaran. Hal ini menimbulkan keluhan dari masyarakat luas.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas berupa pengawasan ketat di lapangan guna memastikan tidak ada permainan harga dan penimbunan stok. Menurut Norhani, pihaknya menyadari beban yang dialami masyarakat terkait harga gas LPG saat ini. Oleh karena itu, Disdagperin bersama dengan dinas dan instansi terkait secara intensif melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lapangan.
“Kami melakukan sidak dan pengawasan ini secara menyeluruh dari hulu ke hilir distribusi LPG di wilayah Kalteng,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (25/4/26). Fokus utama dalam sidak ini adalah memantau harga riil di lapangan, memastikan ketersediaan stok aman, serta melakukan pengawasan ketat terhadap alur penyalurannya.
Norhani menjelaskan bahwa sasaran inspeksi mencakup Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), tingkat agen, hingga pangkalan-pangkalan LPG yang berhadapan langsung dengan konsumen. Ia juga menekankan bahwa perhatian khusus diberikan pada LPG 3 kg bersubsidi, untuk memastikan penyalurannya benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Melalui langkah pemantauan dan pengawasan berlapis ini, Disdagperin berharap distribusi energi di masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga harga gas LPG di pasaran dapat kembali stabil dan wajar.
Langkah Pemantauan yang Dilakukan
- Pengawasan ketat di lapangan: Disdagperin Kalteng melakukan pengawasan secara intensif untuk memastikan tidak ada permainan harga dan penimbunan stok.
- Inspeksi mendadak (sidak): Pihak dinas melakukan sidak langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar dan distribusi LPG.
- Pemantauan harga riil: Fokus utama dalam sidak adalah memantau harga yang sebenarnya di pasar, bukan hanya informasi dari pihak distributor.
- Ketersediaan stok: Pemerintah memastikan stok LPG tersedia cukup agar tidak terjadi kelangkaan.
- Pengawasan alur penyaluran: Disdagperin mengawasi alur distribusi LPG mulai dari SPBE hingga ke pangkalan-pangkalan yang berhadapan langsung dengan konsumen.
Fokus pada LPG Bersubsidi
LPG 3 kg bersubsidi menjadi fokus utama dalam pengawasan ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyaluran LPG benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada penyaluran yang salah sasaran atau penyimpangan.
Harapan Masa Depan
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Disdagperin Kalteng berharap distribusi energi di masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini akan membantu menjaga stabilitas harga LPG di pasaran, sehingga masyarakat tidak lagi merasa terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar.






