Hujan dan Angin Kencang Tumbangkan Tiang Lampu di Bypass Ngurah Rai Bali

Cuaca Ekstrem di Denpasar Memicu Jatuhnya Tiang Lampu Jalan

Pada hari Selasa, 20 Januari 2026 pagi, wilayah Denpasar dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Kejadian ini menyebabkan sebuah tiang lampu penerangan jalan yang memiliki ornamen hias tumbang di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kota Denpasar, Bali. Peristiwa ini terjadi tepatnya di Median Asrama Prajaraksaka, arah menuju Simpang Siur Dewa Ruci.

Tiang lampu yang cukup besar tersebut melintang di tengah badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas bagi kendaraan roda empat. Hanya pengendara roda dua yang dapat melewati jalur tersebut. Para pengemudi mobil harus berhenti total, sementara pengendara sepeda motor harus menunggu dalam antrean panjang untuk melewati celah sempit di pinggir jalan.

Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, menjelaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan personil ke lokasi setelah menerima laporan tentang kejadian tersebut. Meskipun tiang lampu itu menghalangi jalur utama, pihak kepolisian tidak bisa langsung melakukan evakuasi tanpa persiapan yang memadai.

“Kami berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mematikan aliran listrik terlebih dahulu. Kami tidak ingin mengambil risiko karena sangat berbahaya, takutnya ada arus listrik yang masih mengalir (nyetrum),” ujar Kompol Yusuf saat dihubungi Tribun Bali.

Ia menambahkan bahwa proses evakuasi atau penggeseran tiang baru bisa dilakukan setelah pihak PLN memastikan area tersebut aman dari risiko sengatan listrik. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan kendaraan akibat jatuhnya tiang tersebut.

Tiang lampu yang patah dengan ornamen khas Bali dan ukiran berwarna cokelat keemasan tampak mengalami kerusakan. Pecahan kaca lampu berserakan di aspal, menciptakan kondisi yang membahayakan pengendara. Sementara itu, personel Satlantas Polresta Denpasar menggunakan jas hujan untuk berdiri di lokasi dan mengatur lalu lintas serta memberi aba-aba kepada pengendara agar tetap waspada setelah kendaraan roda empat kembali bisa melintas.

“Sementara tidak ada laporan korban. Personel kami masih di lapangan melakukan pengaturan agar arus lalu lintas tetap bergerak meskipun merayap,” ujarnya.

Penanganan Darurat dan Kesadaran Masyarakat

Kepolisian setempat terus memantau situasi di lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan bahaya.

Selain itu, warga sekitar juga ikut berpartisipasi dalam mengamankan area tersebut. Mereka memberi informasi kepada petugas jika melihat adanya hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya persiapan menghadapi cuaca ekstrem. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemantauan cuaca secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam.
  • Pemeliharaan infrastruktur jalan dan fasilitas umum seperti tiang lampu.
  • Edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca buruk dan tindakan darurat.

Dengan peningkatan kesadaran dan persiapan yang baik, diharapkan insiden serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Pos terkait