Gugur di Lebanon, semangat Praka Rico Pramudia jadi simbol keberanian bangsa

Penghormatan Terakhir untuk Praka Rico Pramudia, Prajurit yang Gugur dalam Misi Perdamaian

Markas Besar (Mabes) TNI memberikan penghormatan terakhir bagi Praka Rico Pramudia, seorang prajurit yang menghembuskan nafas terakhirnya demi menjalankan misi perdamaian dunia. Kepergian almarhum meninggalkan rasa duka mendalam di tubuh TNI dan seluruh bangsa Indonesia. Dalam pernyataan resmi dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa pengabdian almarhum merupakan warisan berharga bagi negeri.

“Pengabdian, keberanian, dan dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit dan bangsa Indonesia,” tulis keterangan resmi tersebut. Dengan kata-kata ini, TNI menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi Praka Rico dalam menjaga perdamaian dunia.

Kehilangan yang Mendalam bagi Pertahanan Indonesia

Kepulangan almarhum tidak hanya menjadi duka bagi keluarga besar TNI, tetapi juga menjadi pengingat akan tantangan dan risiko yang dihadapi setiap prajurit dalam menjalankan tugasnya. Meski raganya telah tiada, semangat juang Praka Rico akan terus hidup sebagai inspirasi bagi para prajurit lainnya yang bertugas di zona konflik.

“Semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia,” jelas Puspen TNI lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diperjuangkan oleh almarhum akan terus dijaga dan dijunjung tinggi oleh institusi TNI.

Kronologi Perjuangan di Lebanon Selatan

Praka Rico Pramudia tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis XXIII-S Kontingen Garuda (Satgas Yonmek XXIII-S Konga) di bawah payung UNIFIL. Ia dinyatakan gugur pada Jumat (24/4/2026) setelah berjuang melawan luka berat yang dideritanya. Tragedi ini bermula ketika pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, menjadi sasaran serangan artileri.

Rico sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB. Kepergian almarhum menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan dan mengingatkan kita akan kontribusi serta pengorbanan para prajurit TNI dalam menjalankan misi internasional.

Daftar Kesatria Bangsa yang Gugur

Gugurnya Praka Rico menambah daftar panjang putra terbaik bangsa yang menjadi martir dalam dua insiden berbeda di wilayah misi UNIFIL. Hingga saat ini, tercatat empat prajurit TNI yang telah gugur dalam menjalankan mandat internasional tersebut, yakni:

  • Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
  • Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan
  • Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
  • Praka Rico Pramudia

Pihak TNI saat ini tengah mempercepat seluruh proses administrasi guna memulangkan jenazah almarhum ke tanah air agar dapat dimakamkan dengan penghormatan militer yang layak. Doa-doa terbaik terus dipanjatkan agar sang prajurit mendapatkan tempat paling mulia di sisi Sang Pencipta.


Pos terkait