Pengakuan Warga dan Keluarga Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Jogjakarta Memicu Kekhawatiran Publik

Beberapa waktu terakhir, sebuah daycare yang berada di Kota Yogyakarta, yaitu Daycare Little Aresha, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut. Berbagai video dan foto yang menunjukkan perilaku tidak wajar dari pengasuh membuat kasus ini viral di media sosial.

Berdasarkan laporan warga sekitar dan keluarga korban, anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut diperlakukan secara tidak manusiawi. Salah satu warga yang tinggal di Jalan Pakel Baru Utara, Nomor 27, Sorosutan, Umbulharjo, menyatakan bahwa kasus ini baru diketahui pada sore hari sebelumnya, setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan dan penyegelan terhadap daycare tersebut.

”Katanya anak-anak ditali dan ditelanjangi sampai kedinginan. Saya tadi nggak boleh masuk, hanya Pak RT yang masuk,” ujar warga tersebut dengan nada khawatir.

Tidak hanya warga, tetapi juga keluarga korban mengungkapkan kekhawatiran mereka. Salah satu keluarga korban, yang dikenal dengan inisial HF, menjelaskan bahwa keponakannya yang berusia 3,5 tahun mengalami ketakutan setelah hanya satu hari dititipkan di daycare tersebut. Awalnya, orang tua anak itu memutuskan untuk menitipkan keponakannya karena harus pergi ke luar kota.

”Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, nggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana,” jelas HF.

Dari pengakuan ponakannya, HF mengungkapkan bahwa pengasuh yang biasa dipanggil “miss” bertindak tidak baik. Akibatnya, anak-anak menjadi ketakutan hingga menolak untuk dititipkan di daycare tersebut. Awalnya, keluarga merasa bahwa ketakutan anak tersebut disebabkan oleh kebiasaan baru, namun hal tersebut dinilai tidak wajar.

”Katanya miss-nya galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar,” tambah HF.

Kecurigaan keluarga semakin meningkat setelah mendengar kabar adanya dugaan kekerasan yang dialami anak-anak di daycare tersebut. Menurut HF, ada anak yang diduga sempat diikat tangannya. Meski ponakannya tidak mengalami luka fisik, HF menyampaikan bahwa anak tersebut mengalami trauma. Oleh karena itu, keluarganya memutuskan untuk memindahkan anak tersebut ke tempat lain.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogjakarta melakukan penggerebekan terhadap daycare tersebut pada Jumat (24/4) sore. Langkah ini diambil setelah dugaan pelanggaran hukum di daycare tersebut mencuat di media sosial dan memicu kemarahan publik secara luas.

Kasatreskrim Polresta Jogjakarta, Kompol Rizky Adrian, menyatakan bahwa penggerebekan memang dilakukan. Polisi menduga ada praktik perlakuan tidak layak terhadap anak-anak, termasuk tindakan diskriminatif, kekerasan, dan penelantaran.

”Diduga kuat (perawat daycare Little Aresha) memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, maupun menyuruh anak dalam situasi perlakuan salah, penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” jelas Rizky Adrian.

Hal senada disampaikan oleh Kapolresta Jogjakarta, Kombes Eva Guna Pandia. Dia mengungkapkan bahwa penggerebekan daycare tersebut adalah bagian dari proses penegakan hukum. Saat ini, daycare tersebut sudah disegel oleh aparat kepolisian di Jogjakarta.

Pos terkait