Inter Milan Tertahan, Persaingan Scudetto Makin Memanas
Perjalanan Inter Milan menuju gelar Scudetto Serie A Italia tampaknya belum sepenuhnya mulus. Hasil yang kurang memuaskan pada pekan ke-29 lalu, di mana mereka harus puas bermain imbang 1-1 melawan Atalanta di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu (14/3/2026), menjadi bukti nyata bahwa perburuan gelar masih akan berlangsung sengit hingga akhir musim.
Meskipun demikian, Inter Milan masih kokoh memimpin klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 68 poin. Keunggulan delapan angka atas rival sekota, AC Milan, yang baru akan melakoni pertandingan melawan Lazio pada Senin (16/3/2026) dini hari WIB, memberikan sedikit ruang bernapas bagi pasukan Cristian Chivu. Sementara itu, Atalanta mampu bertahan di posisi ketujuh dengan raihan 47 poin.
Secara umum, pertandingan antara Inter Milan dan Atalanta berjalan cukup seimbang. Tuan rumah sempat berada di ambang kemenangan setelah Francesco Pio Esposito berhasil membuka keunggulan pada menit ke-26. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit akhir dibunyikan.
Gol penyeimbang bagi Atalanta tercipta delapan menit sebelum pertandingan berakhir, melalui gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Nikola Krstovic. Gol ini memicu kontroversi dan kemarahan dari kubu tuan rumah, yang merasa bahwa terjadi pelanggaran sebelum gol tersebut tercipta. Protes keras yang dilayangkan dari bangku cadangan bahkan berujung pada diusirnya pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, oleh wasit. Momen dramatis ini menjadi penutup dari pertandingan yang sebenarnya menampilkan adu taktik yang menarik antara kedua tim.
Laga yang Dihadiri Pengamat Timnas
Menariknya, pertandingan antara Inter Milan dan Atalanta ini juga menjadi sorotan tersendiri bagi pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso. Gattuso terlihat hadir langsung di stadion, memantau penampilan para pemain yang berpotensi masuk dalam skuadnya. Agenda pemantauan ini merupakan bagian dari persiapan timnas Italia menjelang babak playoff Piala Dunia mendatang, yang akan mempertemukan mereka dengan Irlandia Utara.
Dominasi Inter yang Kurang Efektif
Sejak awal pertandingan, Inter Milan menunjukkan dominasi yang cukup jelas. Penguasaan bola yang lebih banyak menjadi ciri khas permainan mereka di kandang sendiri. Namun, masalah efektivitas di sepertiga akhir lapangan kembali menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh tim asuhan Cristian Chivu.
Di sisi lain, Atalanta mampu menghadirkan ancaman nyata melalui skema serangan balik yang cepat dan mematikan. Salah satu momen berbahaya datang dari penyerang mereka, Gianluca Scamacca, yang sempat memaksa kiper Inter, Yann Sommer, melakukan penyelamatan gemilang di awal pertandingan.
Gol Pembuka dan Peluang yang Terbuang
Gol pembuka Inter Milan tercipta berkat kerja sama apik di lini tengah. Nicolo Barella memberikan umpan terukur kepada Francesco Pio Esposito, yang kemudian berhasil melepaskan tembakan rendah dari sisi kotak penalti. Tembakan tersebut, sayangnya, tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Atalanta, Marco Carnesecchi.
Setelah berhasil unggul, Inter Milan sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menggandakan keunggulan mereka. Marcus Thuram sempat menciptakan ancaman melalui tembakan melengkung yang indah dan juga peluang satu lawan satu. Namun, penampilan sigap dari Marco Carnesecchi di bawah mistar gawang Atalanta berhasil menggagalkan upaya-upaya tersebut.
Kelengahan Berujung Gol Penyeimbang
Pada akhirnya, kelengahan di lini pertahanan Inter Milan dimanfaatkan dengan baik oleh Atalanta menjelang akhir pertandingan. Yann Sommer berhasil menepis tembakan dari Kamaldeen Sulemana, namun bola rebound justru jatuh tepat di kaki Nikola Krstovic. Tanpa ragu, Krstovic langsung menyambar bola muntah tersebut ke dalam gawang, memastikan skor imbang 1-1. Gol ini secara efektif menjaga agar persaingan antara dua tim asal Kota Milan dalam memperebutkan Scudetto tetap panas dan terbuka hingga pertandingan terakhir musim.






