Israel Minta Bantuan Teknologi Penangkal Drone Iran kepada Ukraina
Dalam menghadapi ancaman drone-drone penyerbu yang semakin meningkat, Israel dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Ukraina untuk mendapatkan bantuan teknologi. Laporan-laporan media Israel mengindikasikan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah secara langsung menyampaikan permohonan ini kepada Duta Besar Ukraina di Israel, Yevgen Korniychuk. Permohonan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan regional dan penggunaan drone Iran oleh berbagai aktor dalam konflik yang sedang berlangsung.
Ukraina, yang saat ini juga terlibat dalam perang dengan Rusia, mengklaim memiliki keahlian dan teknologi persenjataan yang terbukti efektif dalam menangkal pesawat nirawak buatan Iran. Drone-drone Iran ini, yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam berbagai operasi, juga dilaporkan telah digunakan oleh militer Rusia dalam invasi mereka ke Ukraina.
Permohonan Netanyahu dan Respons Ukraina
Menurut laporan media Israel, Netanyahu telah meminta agar Duta Besar Korniychuk menyampaikan permohonan Israel kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Tujuannya adalah untuk memperdalam kerja sama militer, khususnya dalam upaya menangkal ancaman drone Iran. Laporan tersebut mengutip bahwa Netanyahu telah meminta panggilan darurat dengan Presiden Zelensky untuk membahas kebutuhan mendesak Israel ini.
Duta Besar Korniychuk sendiri telah mengonfirmasi bahwa permohonan Israel tersebut memang telah disampaikan. Ia juga menyatakan bahwa Presiden Zelensky sebelumnya telah beberapa kali menyatakan kesiapannya untuk membantu Israel dalam menghadapi Iran, terutama dalam konteks peperangan yang sedang terjadi.

Sistem pertahanan udara Israel mencegat proyektil di Israel utara, seperti yang terlihat dari Galilea Atas di Israel utara, 11 Maret 2026. – (EPA/ATEF SAFADI)
Meskipun demikian, Korniychuk menjelaskan bahwa pembicaraan langsung antara Netanyahu dan Zelensky belum terlaksana. Ia menduga kendala jadwal menjadi salah satu faktor yang menghambat pertemuan tersebut. Pembicaraan melalui sambungan telepon pun dilaporkan belum terjadi, namun Dubes Korniychuk menyatakan harapannya agar komunikasi langsung antara kedua pemimpin dapat segera terwujud dalam beberapa pekan mendatang.
Dukungan Ukraina dan Latar Belakang Sejarah
Terlepas dari belum adanya kesepakatan konkret mengenai bantuan teknologi, Duta Besar Korniychuk menegaskan posisi politik Ukraina yang tegas. Ia menyatakan bahwa Ukraina berada di pihak yang menentang agresi Iran. Korniychuk menekankan bahwa Israel merupakan mitra penting bagi Ukraina di kawasan, dan Ukraina selalu mendukung para mitranya.
Dukungan Ukraina ini tidak hanya didasari oleh kebutuhan strategis saat ini, tetapi juga oleh sejarah hubungan yang kompleks antara Ukraina dan Iran. Korniychuk secara spesifik merujuk pada insiden penembakan pesawat penumpang Ukraina yang diduga dilakukan oleh Iran pada tahun 2020. Peristiwa tragis ini menewaskan 176 warga Ukraina dan hingga kini masih membekas di benak publik Ukraina, tanpa adanya kompensasi atau pengakuan yang memadai dari pihak Iran.
Selain itu, situasi Ukraina saat ini yang sedang berperang dengan Rusia semakin memperkuat posisi Iran sebagai negara yang mendukung Rusia. Pasokan drone penyerbu dari Iran kepada militer Rusia telah menjadi salah satu faktor signifikan dalam serangan terhadap kota-kota Ukraina, termasuk Kiev.
Posisi Strategis Ukraina dalam Konflik Global
Meskipun persenjataan Ukraina juga mendapatkan dukungan dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan anggota NATO lainnya, sikap Ukraina terhadap Iran tetap konsisten. Korniychuk menegaskan bahwa Iran adalah pemasok teknologi drone yang digunakan Rusia dalam invasi ke Ukraina.
Oleh karena itu, Korniychuk menyatakan bahwa tidak ada alasan bagi pemerintah Ukraina untuk tidak berada di barisan yang berseberangan dengan Iran. “Kami tidak takut pada Iran,” ujarnya, menegaskan kembali komitmen Ukraina untuk mendukung Israel dalam konflik ini. Dukungan ini mencerminkan pemahaman Ukraina akan lanskap geopolitik yang lebih luas, di mana aliansi strategis dan kepentingan bersama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks.
Pengakuan atas peran Iran dalam mendukung Rusia dalam konflik Ukraina memberikan dasar yang kuat bagi Ukraina untuk menunjukkan solidaritasnya kepada Israel. Hal ini juga menunjukkan bahwa Ukraina, meskipun sedang berjuang untuk kedaulatan dan integritas teritorialnya, mampu mengartikulasikan posisi kebijakan luar negerinya berdasarkan prinsip-prinsip dukungan terhadap mitra dan penolakan terhadap agresi. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.






