Jalan rusak usai ditambal, warga Desa Asmorobangun marah

Warga Dusun Prapatan Protes Jalan Berlubang dengan Menanam Pohon Pisang

Warga Dusun Prapatan, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri kembali menunjukkan kekesalannya terhadap kondisi jalan yang rusak. Pada Jumat, 15 Mei 2026, mereka melakukan aksi protes dengan menanam sejumlah pohon pisang di jalan berlubang. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap perawatan jalan yang dinilai tidak memadai dan membahayakan pengguna jalan.

Sebelumnya, pada 22 Februari 2026, ruas jalan tersebut sempat diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui penambalan di beberapa titik. Namun, perbaikan itu hanya bertahan sementara dan kembali rusak setelah diguyur hujan deras. Hal ini memicu kemarahan warga yang merasa dibiarkan menghadapi kondisi jalan yang tidak aman.

Sutiono, salah satu warga Dusun Prapatan, menjelaskan bahwa aksi menanam pisang tersebut merupakan bentuk keluhan terhadap kondisi jalan poros utama yang menghubungkan Kecamatan Puncu dan Kecamatan Kepung. Ia menyatakan bahwa jalan berlubang yang dibiarkan selama bertahun-tahun sering memicu kecelakaan.

“Jalan berlubang yang bertahun-tahun dibiarkan kerap memicu kecelakaan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kondisi jalan di wilayah Prapatan berbeda dengan wilayah lain di Desa Asmorobangun. “Yang saya tanami pisang itu hanya jalan rusak di Dusun Prapatan. Kalau Asmorobangun bagian utara sudah diaspal hotmix,” tambahnya.

Menurut Sutiono, jalan berlubang di Dusun Prapatan sering menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh, termasuk para pedagang sayur keliling. “Kalau warga sini sudah hafal lubangnya. Tapi orang luar sering ngebut, tahu-tahu jalannya bolong. Hampir tiap malam pasti ada bakul etek jatuh,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan tersebut demi keselamatan pengguna jalan. “Intinya kami ingin jalan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah, itu tuntutan warga di sini. Kasihan orang luar daerah yang sering mengalami kecelakaan di ruas jalan itu.”

Sutiono juga menyampaikan bahwa jalan tersebut sempat diperbaiki sebelum Idul Fitri, tetapi setelah diguyur hujan deras, jalan kembali rusak. “Artinya kualitasnya dipertanyakan juga, karena rusaknya menjadikan kondisi lebih parah,” ujarnya. Ia juga mendengar rencana perbaikan jalan dengan sistem hotmix, tetapi hingga kini belum ada informasi yang jelas.

Penjelasan Camat Puncu tentang Perbaikan Jalan

Camat Puncu, Firman Tappa, menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah mengirim surat kepada Dinas PU sekitar dua bulan lalu terkait kondisi jalan tersebut. “Surat itu sudah kami kirimkan ke Dinas PU. Kami menunggu tindak lanjut dari dinas, karena itu kewenangan mereka,” ujarnya.

Firman menyebut bahwa kondisi jalan rusak tidak hanya terjadi di Desa Asmorobangun, tetapi juga di sejumlah wilayah lain. Menurutnya, perbaikan kemungkinan terkendala efisiensi anggaran. “Kondisi-kondisi jalan seperti ini mungkin bukan hanya di Desa Asmorobangun, tetapi di banyak tempat seperti itu. Namun yang saya tahu bisa saja ini terkendala dengan efisiensi anggaran,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ruas jalan tersebut memang pernah diperbaiki melalui penambalan lubang. “Memang ruas jalan itu pernah diperbaiki dengan penambalan lubang-lubang jalan,” sambungnya.

Terkait penyebab kerusakan jalan, Firman menilai faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama, selain kemungkinan kendaraan bermuatan melebihi tonase. “Bisa jadi adanya kendaraan yang melebihi tonase, namun beberapa waktu ini kendaraan-kendaraan yang memuat material sudah berkurang. Karena dari empat pilar operasional sementara ditutup,” jelasnya.

Firman juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menghambat aliran air di selokan. “Saya juga meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, karena biasanya di waktu hujan sampah dari atas luar biasa banyaknya. Kemudian menghalangi debit air di selokan yang mengalir dari atas ke bawah. Itu juga merupakan kendala yang menyebabkan jalan-jalan rusak di wilayah Puncu,” pungkasnya.


Pos terkait