Perseteruan Dimon dan Trump Memunculkan Ketegangan yang Memburuk
Perseteruan antara Jamie Dimon, CEO JP Morgan Chase, dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin memanas. Ketegangan ini bermula dari kritik terbuka Dimon terhadap rencana Trump yang ingin membatasi bunga kartu kredit. Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, awal Januari 2026, Dimon menyampaikan pernyataan keras mengenai kebijakan tersebut.
Ia menilai bahwa rencana Trump untuk memangkas bunga kartu kredit hingga hampir setengahnya akan menjadi bencana ekonomi. Pernyataan ini berbeda dengan sikap para eksekutif Wall Street yang biasanya lebih memilih menghindari komentar terbuka terhadap Trump.
Trump Menggugat JPMorgan dan Dimon
Satu hari setelah pernyataan Dimon di Davos, Trump menggugat JPMorgan Chase dan Jamie Dimon di pengadilan negara bagian Florida. Ia menuduh bank itu melakukan pemutusan hubungan atau “debanking” secara tidak sah setelah kerusuhan di Capitol pada 6 Januari 2021. Trump menyatakan bahwa JPMorgan Chase tidak benar-benar “debanking” dirinya setelah protes 6 Januari. Ia menuntut ganti rugi sebesar 5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 83,9 triliun.
Corporate America Cenderung Bungkam saat Trump Berkuasa
Selama masa jabatan Trump, para CEO perusahaan besar cenderung menghindari konfrontasi terbuka meski kebijakan presiden berdampak pada bisnis mereka. Contohnya, ketika Trump memberlakukan tarif tinggi global dan menyerang Federal Reserve (The Fed), para pemimpin bisnis memilih diam demi menghindari konflik. Trump dikenal agresif terhadap pihak yang dianggap musuh. Ia pernah menuntut media besar, mengancam perusahaan teknologi, dan memblokir perusahaan minyak dari pasar tertentu. Sikap ini membuat banyak CEO ragu untuk melawan secara terbuka.
Kritik terhadap Rencana Batasan Bunga Kartu Kredit
Pada 9 Januari 2026, Trump mengumumkan rencana membatasi bunga kartu kredit maksimal 10 persen. Jane Fraser, CEO Citigroup, secara tegas menolak usulan tersebut. Begitu juga Brian Moynihan dari Bank of America yang mengingatkan bahwa pembatasan bunga bisa mengurangi akses masyarakat terhadap kredit.
“Jika Anda menurunkan batas bunga, maka kredit akan menjadi lebih terbatas. Artinya, lebih sedikit orang yang akan mendapatkan kartu kredit dan batas kredit yang tersedia akan berkurang,” ujar Brian.
Hubungan Rumit Dimon dan Trump
Hubungan Dimon dan Trump memang tegang sejak lama. Pada 2018, Dimon sempat mengatakan dalam sebuah panel, “Saya bisa mengalahkan Trump karena saya sekeras dia dan lebih pintar darinya.” Trump pun membalas di media sosial, menyebut Dimon “pembicara publik yang buruk dan gugup.”
Selama masa jabatan Trump kedua, Dimon lebih berhati-hati dalam mengomentari kebijakan Trump. Namun, sikap terbukanya di Davos yang mengkritik kebijakan Trump memicu reaksi keras dari mantan presiden. “Jamie Dimon mungkin ingin suku bunga lebih tinggi. Mungkin dia mendapat untung lebih banyak dengan begitu,” ujar Trump pada 15 Januari. Tidak lama kemudian, Trump mengumumkan akan menggugat JPMorgan. Ia juga membantah pernah menawarkan jabatan Ketua Federal Reserve kepada Dimon, seperti diberitakan media sebelumnya.






