Jembatan Rusak di Grogol, Pemdes: Sudah Koordinasi dengan Pemkab Tapi Belum Diperbaiki

Kondisi Jembatan di Desa Grogol yang Rusak dan Dampaknya pada Warga

Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menghadapi tantangan serius akibat kerusakan tiga jembatan. Dua jembatan telah putus total, sedangkan satu lainnya nyaris ambrol. Hal ini menyebabkan akses roda empat warga terputus total, sehingga masyarakat hanya bisa melintasi jembatan darurat yang dibuat dari bambu.

Jembatan Darurat yang Tidak Aman

Jembatan darurat yang dibangun oleh warga menggunakan sesek bambu memiliki panjang sekitar 6 hingga 7 meter untuk jembatan pertama dan 3 hingga 4 meter untuk jembatan kedua. Meskipun memungkinkan penggunaan roda dua, kondisi jembatan ini sangat berbahaya, terutama saat hujan deras. Plt Sekretaris Desa (Sekdes) Grogol, Pujiono, menjelaskan bahwa jembatan darurat ini harus dilalui dengan hati-hati karena licin dan rentan roboh.

Peristiwa Bencana dan Korban Jiwa

Jembatan pertama yang rusak parah terjadi pada 16 Desember 2021. Kejadian tersebut menewaskan dua pekerja yang tertimbun material pondasi jembatan. Hingga kini, jembatan tersebut belum dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Warga membangun jembatan sesek sebagai solusi sementara agar dapat melintasi area tersebut.

Jembatan kedua, yang menghubungkan antara Dusun Mingging dan Dusun Mijil, ambrol total pada Maret 2025. Seperti jembatan pertama, warga juga membangun jembatan sesek untuk mengatasi masalah akses.

Jembatan Ketiga yang Nyaris Ambrol

Jembatan ketiga, yang terletak di Dusun Mijil, nyaris ambrol pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Kerusakan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur lokasi. Plengsengan sebelah barat sudah tergerus, sehingga jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Warga masih memanfaatkan jembatan sesek untuk keperluan sehari-hari.

Dampak pada Kehidupan Warga

Kerusakan jembatan berdampak besar pada kehidupan warga. Akses ekonomi, pendidikan, dan kegiatan masyarakat terganggu. Dua RT di Dukuh Mingging dan satu RT di Dusun Mijil sepenuhnya terisolasi. Warga hanya bisa menggunakan roda dua, namun bahaya tetap mengancam jika hujan turun.

Koordinasi dengan Pemkab Ponorogo

Pujiono mengklaim bahwa Pemdes Grogol telah berkoordinasi dengan Pemkab Ponorogo, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP). Namun, pembangunan jembatan permanen belum terealisasi.

Kondisi Saat Ini

Hingga 19 Januari 2026, kondisi jembatan di Desa Grogol masih memprihatinkan. Dua jembatan putus total dan satu nyaris ambrol. Akses roda empat warga di Dusun Mijil dan Mingging Desa Grogol terputus total. Sementara itu, warga masih memanfaatkan jembatan sesek dari bambu untuk keperluan sehari-hari.


Pos terkait