Kepala Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tidak Ragu Menolak Menu MBG yang Tidak Layak
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan guru untuk tidak ragu dalam menolak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi standar. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas makanan yang diterima oleh peserta didik.
Peran sekolah sangat penting dalam mendukung program pembentukan generasi emas 2045. Oleh karena itu, kualitas makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus benar-benar terjamin.
Soleh mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan program MBG agar dapat memberikan manfaat optimal bagi siswa. Ia juga menekankan bahwa setiap kejadian yang tidak sesuai dengan standar harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
- Beberapa sekolah melaporkan adanya masalah dalam penyediaan menu MBG. Misalnya, ada laporan bahwa ikan yang dibagikan kepada siswa masih mentah atau tidak layak dikonsumsi.
- Kejadian seperti ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan siswa. Sejumlah siswa bahkan meminta adanya perbaikan menu di masa depan.
- Kasus serupa pernah terjadi di wilayah Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Padaherang.
Soleh menegaskan bahwa Disdikpora akan tetap waspada terhadap pihak SPPG yang tidak memenuhi komitmennya. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah lembek dalam menghadapi situasi semacam ini.
Langkah Konkret untuk Memastikan Kualitas Makanan
Untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa, Disdikpora Pangandaran telah melakukan beberapa langkah. Di antaranya adalah:
- Melakukan inspeksi lapangan secara berkala untuk memastikan bahwa semua menu MBG sesuai dengan standar.
- Mengadakan sosialisasi kepada kepala sekolah dan guru tentang pentingnya menolak menu yang tidak layak.
- Membuka saluran pengaduan bagi siswa dan orang tua untuk melaporkan kejadian yang mencurigakan.
Selain itu, pihak Disdikpora juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan SPPG dalam meningkatkan kualitas layanan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tindakan tegas akan segera diambil.
Peran Sekolah sebagai Ujung Tombak
Sekolah menjadi ujung tombak dalam menjalankan program MBG. Oleh karena itu, peran kepala sekolah dan guru sangat krusial. Mereka harus siap mengambil tindakan jika menemukan menu yang tidak layak.
Soleh menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan tanggung jawab dari pihak sekolah.
- Kepala sekolah dan guru diminta untuk tidak takut dalam mengambil keputusan.
- Mereka juga diminta untuk aktif berkoordinasi dengan pihak SPPG agar masalah bisa segera diatasi.
- Selain itu, para guru juga diharapkan bisa menjadi contoh dalam menjaga kesehatan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan peningkatan kualitas MBG, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda. Program ini diharapkan mampu membantu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal.
Soleh berharap ke depannya, kualitas makanan yang diberikan kepada siswa semakin baik. Ia juga berharap semua pihak terlibat dalam menjaga kualitas program ini.






