Update Terbaru Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
PT KAI kembali memberikan data terkini mengenai jumlah korban akibat kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kecelakaan ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam dan menimbulkan dampak yang cukup serius. Saat ini, sebanyak 71 korban telah dibawa ke rumah sakit, sementara jumlah korban meninggal dunia awalnya tercatat empat orang, namun kini diperbarui menjadi lima orang.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru yang diterima pihaknya, jumlah korban yang dirawat di rumah sakit mencapai 71 orang. Sementara itu, lima korban meninggal dunia telah terkonfirmasi. Bobby menyatakan bahwa semua korban akan mendapatkan perawatan intensif yang optimal agar dapat segera pulih.
“Kami memberikan perawatan yang sangat maksimal untuk kesembuhan para korban yang luka-luka,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Damkar, Basarnas, BPBD, hingga KAI masih terus melakukan evakuasi terhadap para penumpang yang terjebak di dalam gerbong kereta Commuter Line. Namun, proses evakuasi menghadapi kendala karena rangkaian kereta saling menghimpit.
Bobby menjelaskan bahwa saat ini masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta. “Kami melakukan evakuasi dengan sekuat tenaga, tetapi kondisi kereta membuat prosesnya lebih sulit,” tambahnya.
Rumah Sakit yang Menangani Korban
Para korban kecelakaan saat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian. Beberapa rumah sakit tersebut antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan Primaya. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa para korban telah dievakuasi ke tiga rumah sakit tersebut.
Kronologi Kecelakaan dari Saksi Mata
Seorang penumpang Commuter Line, Munir, menceritakan kronologi kecelakaan yang terjadi sekira pukul 20.53 WIB. Ia mengatakan bahwa kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang sempat berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Penyebabnya adalah adanya Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi yang menabrak satu unit mobil taxi.
Setelah berhenti, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari belakang langsung menghantam kereta Commuter Line yang ditumpangi Munir. “Kereta jarak jauh itu menabrak dari arah belakang, sehingga gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong,” kata Munir.
Menurut Munir, akibat kejadian tersebut, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur. Banyak korban terjebak di dalam kereta, sementara dirinya langsung keluar dari gerbong setelah kejadian.
Perkembangan Jumlah Korban
Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini terus berubah seiring proses evakuasi yang sedang berlangsung. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan bahwa jumlah korban masih bisa berubah. “Saat ini korban ada lima orang. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Caption Foto: Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin saat ditemui di lokasi kecelakaan kereta, Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam.






