Kondisi Tidak Apa-Apa, Kebiasaan Mantan Suami Sebelum Kabur Tinggalkan Jenazah

Penemuan Jasad Wanita di Rumah Kontrakan

Seorang wanita berinisial IL ditemukan tewas di rumahnya di wilayah Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kejadian ini terjadi pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban sempat berteriak meminta tolong dari dalam kamar.

Saksi mata yang merupakan tetangga korban mendengar suara teriakan tersebut dan segera mendekati untuk menanyakan apa yang terjadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa saksi mendengar korban meminta tolong dari dalam kamar. Pelaku, yang berinisial THA, juga mantan istri korban, mencoba menenangkan saksi dengan mengatakan bahwa kondisi korban baik-baik saja. Namun, setelah meyakinkan saksi, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Beberapa saat kemudian, korban yang berusia 49 tahun ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar. Tak lama setelah itu, polisi menangkap pelaku yang merupakan mantan suami siri korban. Pelaku ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada hari yang sama sekitar pukul 17.50 WIB.

Motif Pembunuhan

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga melakukan pembunuhan karena sakit hati terhadap korban. Namun, motif tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, menjelaskan bahwa pelaku sakit hati terhadap korban, namun motif tindak pidana tersebut masih dilakukan pemeriksaan intensif.

Dalam aksinya, pelaku melakukan kekerasan hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Hal ini menunjukkan adanya niat jahat yang sangat kuat dari pelaku terhadap korban.

Detik-Detik Penemuan Korban

Detik-detik penemuan wanita paruh baya yang tewas di rumah kontrakan di wilayah Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, terungkap dari kesaksian petugas keamanan setempat. Petugas linmas, Pardali, mengatakan kejadian itu bermula saat dirinya melakukan patroli rutin pada Kamis (16/4/2026) dini hari, sekitar pukul 00.45 WIB.

Saat itu, Pardali melihat sebuah sepeda motor berwarna hitam jenis CBX, terparkir di depan rumah, dengan kondisi pintu rumah yang terbuka. Ia mengaku belum menaruh kecurigaan dan hanya melakukan pengecekan sekilas. Pria 42 tahun ini kemudian melanjutkan patroli, sebelum kembali lagi ke lokasi sekitar pukul 01.30 WIB.

Ketika kembali, situasi mulai berubah. Anak bungsu korban yang berusia sekitar 14 tahun tiba-tiba keluar rumah dalam kondisi panik. Awalnya, Pardali mengira anak tersebut ingin memesan makanan. Namun, setelah ditanya, anak tersebut ternyata meminta tolong.

Setelah itu, Pardali langsung mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi di dalam. Bahkan ia mengaku sempat masuk hingga ke depan kamar korban. Ia disuruh untuk memegang korban, tapi tidak berani. Ia hanya melihat dari pintu saja. Dari jarak tersebut, ia melihat korban sudah tergeletak di lantai kamar. Posisinya di bawah, di samping tempat tidur dekat lemari. Terlentang menghadap ke atas.

Melihat kondisi tersebut, Pardali memilih keluar dan segera melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat. Ia juga menyebut, saat pertama kali melihat kondisi sekitar rumah, motor yang sebelumnya terparkir sudah tidak berada di lokasi. Pas saya balik lagi, motornya sudah tidak ada.

Sementara itu, anak korban terus menangis histeris meminta pertolongan. Dia teriak-teriak panggil ibunya, nangis terus. Setelah laporan diteruskan, warga dan aparat setempat mulai berdatangan ke lokasi sebelum akhirnya ditangani oleh pihak kepolisian.

Pos terkait