Lapas Ba’a Sukses Panen Terong dan Jagung untuk Ketahanan Pangan

Kegiatan Panen Raya di Lapas Kelas III Ba’a

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ba’a kembali melaksanakan kegiatan panen raya komoditas terong dan jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan serta dalam rangka Panen Raya Serentak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (16/1/2026) melibatkan seluruh pegawai Lapas Kelas III Ba’a serta warga binaan yang telah ditunjuk. Selain itu, beberapa pihak eksternal turut hadir untuk mendukung dan menjalin sinergi lintas sektor. Antara lain, unsur TNI dari Kodim 1627/Rote Ndao, Babinsa Kelurahan Mokdale, penyuluh pertanian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, serta vendor bahan makanan CV JMP Abadi.

Panen raya ini diawali dengan sambutan dari Kepala Lapas Kelas III Ba’a yang diwakili oleh Kepala Subseksi Pembinaan, Anwar Oli. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pertanian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.

“Program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga sebagai sarana pembekalan keterampilan dan penanaman rasa tanggung jawab bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial,” ujarnya.

Dari hasil panen tersebut, Lapas Kelas III Ba’a mencatat produksi terong sebanyak 112 kilogram dan jagung sebanyak 100 kilogram. Data hasil panen ini digunakan sebagai data dukung Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan dan laporan Panen Raya Serentak UPT Pemasyarakatan.

Komitmen Ke depan

Anwar Oli menambahkan bahwa Lapas Kelas III Ba’a berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan siklus tanam lanjutan pasca-panen serta meningkatkan pengelolaan dan pendataan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pengalaman nyata kepada warga binaan dalam bidang pertanian. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan keterampilan dan kemandirian yang akan sangat berguna saat kembali ke masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk peran aktif Lapas dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Dengan adanya kebun SAE, warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Manfaat Bagi Warga Binaan

Kegiatan panen raya ini tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga memberikan manfaat psikologis dan sosial bagi warga binaan. Mereka diberi kesempatan untuk merasakan keberhasilan melalui hasil kerja mereka sendiri. Hal ini membantu meningkatkan motivasi dan semangat hidup, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada proses reintegrasi sosial mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun hubungan baik antara Lapas dengan instansi terkait. Sinergi yang terjalin dapat memperkuat sistem pemberdayaan warga binaan dan meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan secara keseluruhan.

Peran Lintas Sektor

Partisipasi pihak eksternal seperti TNI dan penyuluh pertanian menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai sektor. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera, termasuk bagi warga binaan.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kegiatan pertanian di Lapas Kelas III Ba’a dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.


Pos terkait