Longsor Cisarua, Tim SAR Perluas Pencarian, 2 Sektor Fokus Utama

BANDUNG

Tim SAR Bandung kembali melakukan operasi pencarian terhadap puluhan warga yang dilaporkan hilang pasca bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menemukan korban yang masih dalam proses pencarian.

Pada hari ini, tim fokus pada dua sektor area pencarian, yaitu sektor A dan B di Desa Pasirlangu. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas, TNI/Polri, Kementerian PU, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, relawan, dan komunitas SAR. Mereka bekerja sama menggunakan berbagai metode pencarian, mulai dari manual hingga penggunaan alat berat.

“Hari ini kami membagi tim menjadi dua sektor, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Kami juga menerima penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” ujar Direktur Operasi SAR Basarnas dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Operasi pencarian akan dibantu dengan penggunaan alat berat sebanyak 9 ekskavator. Saat ini, data korban sementara menunjukkan sebanyak 25 kantong jenazah telah ditemukan, dan sekitar 80 orang masih dalam pencarian.

Terkait identifikasi korban, data tersebut masih dalam proses oleh pihak DVI. “Setiap kantong jenazah yang ditemukan kami serahkan ke pihak DVI untuk dilakukan identifikasi. Selanjutnya, tim DVI akan merilis data-data korban tersebut,” ujarnya.

Ia berharap cuaca yang saat ini mendukung dapat membantu operasi pencarian berjalan secara maksimal. “Karena kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR. Adapun jumlah potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 orang,” tambahnya.

Tim SAR Gabungan Berupaya Maksimal

Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam operasi pencarian adalah:

  • Koordinasi antar lembaga: Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai instansi dan organisasi yang saling bekerja sama untuk mempercepat proses pencarian.
  • Metode pencarian: Penggunaan berbagai metode, baik manual maupun teknologi, seperti alat berat, untuk meningkatkan efisiensi operasi.
  • Ketersediaan sumber daya: Penambahan personel dan alat dari berbagai daerah memberikan dukungan tambahan bagi operasi pencarian.
  • Kondisi cuaca: Cuaca yang stabil sangat penting agar operasi bisa dilakukan secara optimal.

Proses Identifikasi Korban

Identifikasi korban merupakan tahapan penting dalam proses pemulihan pasca bencana. DVI (Tim Identifikasi Jenazah) bertugas untuk mengidentifikasi setiap kantong jenazah yang ditemukan. Proses ini melibatkan berbagai langkah, seperti pemeriksaan fisik, rekam medis, dan data DNA. Hasil identifikasi akan digunakan untuk memberikan informasi kepada keluarga korban serta mencatat data korban secara resmi.

Dukungan Sumber Daya

Selain personel dan alat, dukungan lain juga datang dari berbagai pihak, termasuk relawan dan komunitas SAR. Mereka turut berkontribusi dalam operasi pencarian, baik secara langsung maupun melalui pendampingan dan logistik. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.



Pencarian korban tanah longsor terus berlangsung dengan semangat tinggi. Setiap harinya, tim SAR berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang. Dengan dukungan berbagai pihak, harapan untuk menemukan semua korban yang hilang tetap terjaga.

Pos terkait