Mendikdasmen: Nilai Siswa Nakal di TKA Langsung Nol

Kebijakan Tegas untuk Mencegah Kecurangan dalam Tes Kemampuan Akademik

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi siswa maupun sekolah yang terlibat dalam praktik kecurangan selama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun karakter kejujuran di kalangan pelajar.

Sanksi Nol untuk Pelaku Kecurangan

Menurut Abdul Mu’ti, siswa atau sekolah yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung diberikan nilai nol. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga integritas sistem pendidikan.

“Kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kita nol-kan nilainya,” ujarnya usai menghadiri acara Halalbihalal jajaran Kemendikdasmen di Jakarta.

Ia menekankan bahwa kejujuran menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TKA. “Karena kita membangun pertama tentu saja kejujuran. Ini bagian dari karakter yang harus kita bangun bersama-sama,” tambahnya.

Persiapan yang Lebih Siap

Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan TKA di tingkat SMA. Ia menilai bahwa secara sistem, pelaksanaan TKA kini lebih siap dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Ia mengimbau para siswa agar tetap tenang dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Enggak usah khawatir, enggak usah takut, siapkan saja dengan sebaik-baiknya,” kata Abdul Mu’ti.

Ruang Lingkup Ujian dan Prosedur Standar

TKA hanya mengukur dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, penilaian lainnya tetap dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Setiap sekolah penyelenggara TKA telah diberikan prosedur operasional standar (SOP) yang mengatur tata cara pelaksanaan ujian, termasuk pencegahan kecurangan.

“Di setiap sekolah penyelenggara itu sudah ada SOP yang kita terbitkan. Jadi bagaimana pemeriksaan, bagaimana sanksi, dan berbagai hal menyangkut mekanisme untuk memastikan bahwa TKA berjalan dengan jujur dan gembira itu sudah kita sampaikan,” pungkasnya.

Fokus pada Karakter dan Integritas

Dengan penerapan sanksi tegas, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih transparan dan bermartabat. Langkah ini juga bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki sikap jujur dan disiplin.

Pemantauan ketat terhadap pelaksanaan TKA akan terus dilakukan guna memastikan bahwa semua peserta ujian melaksanakan ujian sesuai aturan yang berlaku.


Pos terkait