Tanda-Tanda Anak Mengalami Post Holiday Blues di Hari Pertama Sekolah

Libur Panjang Berakhir, Anak Kembali ke Sekolah

Setelah liburan panjang berakhir, anak-anak kembali menjalani rutinitas sekolah. Pada hari Senin, 30 Maret 2026, banyak siswa kembali ke lingkungan belajar mereka. Namun, tidak semua anak siap menghadapi perubahan ini. Beberapa dari mereka mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan aktivitas yang kembali padat.

Apa Itu Post Holiday Blues?

Post holiday blues adalah kondisi emosional sementara yang biasanya terjadi setelah masa liburan berakhir. Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak, terutama ketika mereka harus kembali ke rutinitas harian yang lebih terstruktur. Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini, menjelaskan bahwa post holiday blues ditandai dengan perasaan sedih, murung, atau penurunan motivasi.

Selama liburan, anak-anak biasanya memiliki pola aktivitas yang lebih fleksibel dan kurang teratur. Mereka menikmati kebebasan tanpa aturan ketat. Ketika liburan berakhir, perubahan tiba-tiba ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

Tanda-Tanda Umum Post Holiday Blues pada Anak

Anak-anak yang mengalami post holiday blues sering menunjukkan beberapa tanda. Misalnya, mereka bisa merasa sedih atau tidak nyaman menjelang hari pertama kembali ke sekolah. Mereka juga mungkin mempertanyakan alasan harus kembali ke rutinitas yang lebih terbatas dibandingkan saat liburan.

Selain itu, perasaan tersebut bisa berkembang menjadi kecemasan, rasa takut, atau kekhawatiran yang berlebihan. Hal ini dapat membuat anak menjadi lebih rewel, mudah tantrum, atau kesulitan dalam mengekspresikan emosi mereka.

Rose juga menjelaskan bahwa sebagian anak bisa menunjukkan gejala fisik seperti sakit perut, pusing, atau mual tanpa penyebab jelas. Perubahan perilaku juga sering terlihat, seperti menurunnya nafsu makan, enggan belajar, atau hilangnya semangat dalam beraktivitas.

Masalah Tidur dan Perilaku Anak yang Lebih Besar

Beberapa anak juga mengalami kesulitan tidur atau pola tidur yang tidak teratur. Pada anak yang lebih besar, gejala post holiday blues bisa berbeda. Mereka cenderung menjadi lebih diam, tertutup, mudah tersinggung, kehilangan motivasi belajar, hingga sulit fokus dan berkonsentrasi.

Bagaimana Menghadapi Post Holiday Blues?

Untuk membantu anak menghadapi post holiday blues, orang tua dan guru dapat melakukan beberapa langkah. Pertama, berikan dukungan emosional kepada anak agar mereka merasa didukung. Kedua, kembalikan rutinitas secara bertahap agar anak tidak merasa kaget.

Ketiga, pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup dan pola makan yang seimbang. Keempat, ajak anak untuk berbicara tentang perasaan mereka agar mereka bisa mengekspresikan emosi secara sehat.

Dengan cara-cara ini, anak bisa lebih mudah beradaptasi dengan kembali ke sekolah dan menghadapi rutinitas harian.

Pos terkait