UK Petra–Ubaya Terpilih oleh DAAD untuk Program Global NMT LEAP

jatim.

SURABAYA – Universitas Kristen Petra dan Universitas Surabaya resmi menjadi tuan rumah program internasional DAAD yang bertajuk National Multiplication Training (NMT) 2026. Program DIES NMT LEAP (Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning) for Transformational Change ini bertujuan untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi melalui peningkatan kapasitas kepemimpinan dan literasi digital.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 30 Maret hingga 2 April 2026 di Surabaya, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan pada 10 hingga 13 Agustus 2026 di Solo. Program ini didukung oleh beberapa institusi ternama seperti Universitas Potsdam, BMZ, serta Ditjen Dikti Kemdiktisaintek RI.

Ketua panitia NMT LEAP 2026, Josua Tarigan, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh 25 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. “Program ini mendorong kepemimpinan adaptif dengan menekankan agility, empati, serta pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence,” ujar Josua saat pembukaan di kampus UK Petra, Senin (30/3).

Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah pemberian sertifikasi IC3 Digital Literacy sebanyak 2.500 sertifikat berstandar global dari International Test Center kepada institusi peserta. Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Selama kegiatan di Surabaya, peserta juga mendapatkan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi melalui kunjungan ke Petra Digital Institute. Di sana, diperkenalkan platform eJourney berbasis AI yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS). Platform ini dilengkapi fitur seperti auto grading, content creation, hingga assessment berbasis kecerdasan buatan.

Sementara itu, Ubaya turut berkontribusi melalui kegiatan benchmarking dengan mengajak peserta mengunjungi fasilitas UBAYA LIFe (Life Science Integrated Facility). Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam mengembangkan keunggulan di bidang Aging Wellness.

Wakil Rektor I Ubaya, Prof Maria Goretti M Purwanto, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif. “Tujuannya agar para pemimpin perguruan tinggi mampu menjaga keberlanjutan institusi di tengah dinamika global,” katanya.

Pos terkait