Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mengurangi Risiko Banjir di Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana hidrometeorologi dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Rabu (21/1/2026). Operasi ini telah memasuki hari keenam dan berlangsung dari tanggal 16 hingga 22 Januari 2026. Lokasi utama pelaksanaan OMC berada di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebagai respons terhadap prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa potensi curah hujan tinggi masih terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi atmosfer tersebut dinilai berisiko meningkatkan genangan hingga banjir di kawasan padat penduduk ibu kota.
Dalam operasi kali ini, tim OMC melakukan penyemaian awan dengan metode tabur garam atau cloud seeding. Penyemaian difokuskan di wilayah perairan Selat Sunda dan perairan utara Jakarta, yang merupakan jalur pembentukan dan pergerakan awan hujan menuju daratan. Pesawat OMC terbang pada ketinggian antara 8.500 hingga 11.000 kaki untuk memastikan efektivitas proses modifikasi cuaca.
Sepanjang Rabu, OMC dilaksanakan melalui tiga kali penerbangan dengan total bahan semai berupa garam mencapai 2.400 kilogram. Garam tersebut disebarkan ke awan-awan potensial agar hujan dapat diturunkan lebih awal di wilayah laut, sehingga intensitas hujan yang mencapai Jakarta dapat ditekan.
BPBD DKI Jakarta menegaskan bahwa OMC merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir, terutama di tengah tingginya intensitas hujan pada puncak musim hujan. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu yang mencakup kesiapsiagaan pompa, pengerukan saluran, hingga koordinasi lintas instansi.
Dalam pelaksanaannya, BPBD DKI Jakarta berkolaborasi dengan TNI Angkatan Udara yang menyediakan dukungan armada dan personel penerbangan, serta BMKG yang berperan dalam analisis cuaca, pemantauan awan, dan penentuan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif.
Langkah-Langkah Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
- Pemantauan Cuaca: BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca secara berkala dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
- Penyemaian Awan: Metode cloud seeding digunakan untuk mempercepat proses pembentukan hujan di wilayah laut agar intensitas hujan yang mencapai daratan dapat dikurangi.
- Koordinasi Lintas Instansi: Kolaborasi antara BPBD, TNI Angkatan Udara, dan BMKG menjadi kunci keberhasilan operasi modifikasi cuaca.
- Sosialisasi Kewaspadaan: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
- Tanggap Darurat: Warga yang menemukan atau mengalami situasi darurat seperti banjir, pohon tumbang, atau kejadian lain yang mengancam keselamatan diminta segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga di nomor 112 agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas terkait.
Dampak dan Manfaat Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca memiliki dampak signifikan dalam mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan yang rentan terhadap curah hujan tinggi. Dengan menurunkan intensitas hujan di wilayah laut, aliran air yang mencapai daratan dapat diminimalkan, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya genangan dan banjir.
Selain itu, OMC juga membantu mempercepat proses pengeringan permukaan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Dengan demikian, operasi ini tidak hanya bertujuan untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Tindakan Lanjutan dan Kesiapan Masyarakat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan tindakan lanjutan jika diperlukan. Masyarakat juga diminta untuk tetap memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang dan menjaga kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Dengan adanya operasi modifikasi cuaca dan langkah-langkah mitigasi lainnya, harapan besar tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Jakarta.






