Pendidikan Anak Menurut Hadis Nabi SAW
Mendidik anak menurut hadis Nabi SAW berfokus pada penanaman adab, kasih sayang, dan teladan yang baik (uswah hasanah) sejak dini, melebihi sekadar memberi nafkah materi. Langkah utamanya meliputi mengenalkan tauhid, mengajarkan shalat pada usia 7 tahun, memisahkan tempat tidur, serta memberikan pendidikan akhlak mulia dan kasih sayang.
Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 10 April 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat. Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah lansir dari “Langkah Benar Mendidik Anak Menurut Hadis Nabi”.
Khutbah 1
وَرَضِيَ لَنَا الْإِسْلَامَ دِيْنًا. تَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِمَنِّهِ وَكَرَمِهِ وَلُطْفِهِ، أُسَبِّحُ لَهُ سُبْحَانَهُ، رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ وَكِيْلٌ، يُعِزُّ بَعْضَنَا وَيُذِلُّ بَعْضَنَا، إِلَهٌ كَرِيْمٌ وَاحِدٌ، جَلِيْلٌ مُنَزَّهٌ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالشَّرِيْكِ وَالْمُمَاثِلِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا يَوْمَ لَا يَنْفَعُ لَهُ مَالٌ وَلاَ بَنُوْنٌ إِلَّا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَشَفِيْعَنَا وَقُدْوَتَنَا مُحَمَّدًا ﷺ عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. صَلِّ اللَّهُمَّ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَاعْفُ عَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. أما بعد فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِىْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yang diharamkan.
Shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi akhir zaman, suri tauladan kita, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang akan terus meningkatkan komitmen kita untuk taat menjalankan perintah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan Rasul-Nya serta menjauhi segenap larangan-larangannya.
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Dalam kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah seputar cara mendidikan anak menurut hadits dan Al-Qur’an.
Anak merupakan karunia dari Allah Swt sebagai penyejuk, mata hati, penerus generasi, dan perhiasan dunia. Tidak hanya itu, anak juga dapat dimaknai sebagai ujian bagi orang tuanya, tetapi juga mendatangkan banyak pahala. Hal itu sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surah Al-Anfal ayat 28 sebagai berikut:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ
Arab Latinnya: Wa‘lamū annamā amwālukum wa aulādukum fitnah(tun), wa annallāha ‘indahū ajrun ‘aẓīm(un).
Artinya: “Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar,” (QS. Al-Anfal [8]: 28).
Oleh sebab itu, orang tua sudah seharusnya senantiasa memperhatikan dan mendidik anak-anaknya supaya tetap menjadi sumber kemuliaan baginya. Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa mendidik anak menjadi sosok yang baik akan mendatangkan pahala. Berikut redaksi lengkap hadisnya.
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لِأنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ.
Artinya:”Nabi saw. bersabda, ‘Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya daripada ia menshadaqahkan [setiap hari] satu sha’,” (HR. Imam At-Tirmidzi dari sahabat Jabir bin Samurah ra.).
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Dalam Islam, para orang tua tentu ingin mendidik anaknya seperti Nabi Muhammad saw, sosok teladan di segala bidang kebaikan. Maka dari itu, orang tua harus mengetahui beberapa tuntunan yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. melalui hadisnya.
Pertama, menanamkan ketauhidan dan aqidah yang benar kepada anak. Rasulullah saw. pernah mencontohkan penanaman tauhid yang kokoh kepada anak dari paman beliau Abdullah ibn Abbas dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi sebagai berikut:
“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi, beliau berkata kepadaku: ‘Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, kalaupun seluruh umat [jin dan manusia] berkumpul untuk memberikan 1 permintaan yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah [akan bermanfaat bagimu]. Ketahuilah, kalaupun seluruh umat [jin dan manusia] mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah [akan sampai dan mencelakakanmu]. Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran,” (HR. At-Tirmidzi No. 2516, dengan sanad yang hasan).
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Kedua, mengajarkan anak untuk senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah swt. Tidak hanya ketauhidan, perkara tersebut juga harus diimplementasikan dalam bentuk perbuatan ibadah seperti salat 5 waktu. Rasulullah saw. pernah bersabda dalam hadis sebagai berikut:
مُرُوْا أوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أبْنَاءُ سَبْعِِ سِنِيْنَ وَأضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ. رواه الحاكم
Artinya:“Suruhlah anak-anakmu untuk mengerjakan shalat jika mereka sudah berusia tujuh tahun. Dan jika mereka sudah berusia sepuluh tahun, maka pukullah [dengan pukulan yang tidak membahayakan] jika tidak mau melaksanakannya. Kemudian pisahkanlah tempat tidur mereka,” (HR. Al-Hakim).
Ibadah atau amalan saleh lain yang dapat diajarkan kepada anak adalah membaca Al-Qur’an. Kitab suci umat Islam ini tidak hanya sekedar bacaan, namun petunjuk sehingga tidak tersesat dalam kehidupan dunia. Rasulullah saw. pernah mencontohkan mendidik anak membaca Al-Qur’an dalam hadis riwayat Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata sebagai berikut:
ونحن فتيان حزاورة فتعلمنا الإيمان قبل أن نتعلم القرآن ثم تعلمنا القرآن فازددنا به إيمانا
Artinya: “Kami masih anak-anak yang berusaha baligh. Kami mengunjungi iman sebelum memulai Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami menambah Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an,” (HR. Ibnu Majah, No. 61, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadits ini shahih).
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Ketiga, mengajarkan tentang adab dan akhlak mulia. Orang tua biasanya memberikan berbagai hal untuk sang anak, mulai dari makanan, pakaian, hingga mainan. Namun, pemberian orang tua yang paling baik adalah pendidikan akhlak dan adab sebagaimana hadis riwayat At-Tirmidzi sebagai berikut:
عن أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا خَيْرًا لَهُ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
Artinya: “Dari Ayyub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik dari adab yang baik,’” (HR. At-Tirmidzi).
Pendidikan adab dan akhlak kepada anak tidak hanya sekadar pemberian belaka. Pendidikan adab dan akhlak juga termasuk memuliakan seorang anak, sebagaimana hadis riwayat Abdullah bin Abbas Ra. sebagai berikut:
عن ابن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ رواه ابن ماجه
Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah saw bersabda, ‘Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka,’” (HR. Ibnu Majah).
Maasyiral muslimin rakhimakumullah,
Demikianlah khotbah seputar cara mendidikan anak menurut hadis. Semoga apa yang telah disampaikan memberikan kebermanfaatan bagi khatib maupun jemaah sekalian. Terlebih kita dapat mendidikan anak sesuai tuntunan Rasulullah saw, sehingga menjadi penerus yang baik.
Semoga Allah Swt. menjadi rida atas segala amalan yang kita perbuat. Aamiin allahumma aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ






