Kegiatan Pengajian Rutin Bulanan dan Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pengajian Rutin Bulanan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Simpang Empat, pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Amin, Jalan Banyuwangi, Desa Gunung Antasari. Acara dirangkai dengan halal bihalal pasca Idulfitri serta peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan elemen organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah setempat. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua PCNU Tanah Bumbu, H. Zaki Yamani, beserta jajaran pengurus, termasuk sekretaris dan bendahara PCNU. Selain itu, turut hadir Ketua PC Muslimat NU Tanah Bumbu, Ketua Banser Simpang Empat, jajaran MWCNU Simpang Empat, Ketua Fatayat NU Simpang Empat beserta anggota, serta Ketua Wanita Islam Tanah Bumbu dan tokoh masyarakat setempat.
Momentum halal bihalal dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar kader dan lintas organisasi, sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Hal ini menjadi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika sosial yang terjadi saat ini.
Ketua PCNU Tanah Bumbu, H. Zaki Yamani, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting bagi penguatan organisasi dan masyarakat. Ia menekankan bahwa momentum halal bihalal dan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ajang memperkuat ukhuwah dan konsolidasi organisasi.
“Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, pendidikan, serta menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi konsistensi Muslimat NU dalam menjalankan peran dakwah dan sosial di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PAC Muslimat NU Simpang Empat. Ini menunjukkan bahwa Muslimat NU tetap istiqamah dalam dakwah, sosial, dan pemberdayaan perempuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap di usia ke-80, Muslimat NU semakin kuat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Di usia yang ke-80 ini, Muslimat NU diharapkan semakin solid, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.
Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dalam berkiprah di bidang keagamaan, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, PAC Muslimat NU Simpang Empat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan umat serta menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di Kabupaten Tanah Bumbu.
Peran Muslimat NU dalam Pembangunan Umat
Sebagai organisasi perempuan yang telah berdiri selama 80 tahun, Muslimat NU memiliki kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dalam bidang keagamaan, Muslimat NU berperan dalam mendidik dan membimbing para perempuan untuk lebih memahami ajaran Islam secara utuh dan moderat. Dalam pendidikan, mereka turut serta dalam program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan.
Selain itu, dalam bidang sosial kemasyarakatan, Muslimat NU aktif dalam berbagai kegiatan bakti sosial, seperti pemberdayaan ekonomi perempuan, pelatihan keterampilan, serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran Muslimat NU tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.
Dengan berbagai peran tersebut, Muslimat NU terus menjaga komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di usia ke-80, organisasi ini siap menghadapi tantangan masa depan dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.






