Profil Thomas Djiwandono: Mundur dari Gerindra Jadi Calon Deputi Gubernur BI



JAKARTA — Thomas Djiwandono dikabarkan telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang menjelaskan bahwa Thomas tidak lagi tercantum dalam struktur kepengurusan baru setelah Munas partai.

“Pak Tommy (Thomas) Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak kami Munas kemarin. Jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Menurut Dasco, Thomas diusulkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) melalui surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, terdapat tiga nama calon Deputi Gubernur BI, termasuk Thomas. Namun, ia menegaskan bahwa usulan nama-nama tersebut bukan berasal dari Prabowo, melainkan dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri.

“Dan kemudian presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk kemudian dilakukan fit and proper. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden, tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” jelas Dasco.

Lantas, siapakah Thomas Djiwandono yang menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia? Berikut profilnya:

Profil Thomas Djiwandono

Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972. Ia adalah putra dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Ayahnya pernah menjabat sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia. Sementara itu, ibunya merupakan kakak kandung Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Thomas menyelesaikan studi Sarjana Studi Sejarah (B.A. History) di Haverford College, AS, pada 1994. Setelah itu, ia meraih gelar M.A. Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, AS, pada 2003.

Karier Thomas dimulai sebagai wartawan magang di majalah Tempo pada 1993, kemudian menjadi jurnalis di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia kemudian bekerja sebagai analis keuangan di NatWest Market, Jakarta pada 1996–1999, sebelum bergabung sebagai konsultan di Castle Asia 1999–2000.

Thomas melanjutkan karier di sektor bisnis dengan bergabung bersama Comexindo Internasional. Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi CEO pada 2008–2009 dan CEO pada 2010–2024. Perjalanan karier Thomas berlanjut sebagai Deputi CEO Arsari Group pada 2011–2024. Selain itu, sejak 2008, Thomas menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra.

Adapun berdasarkan Keputusan Presiden No.45/M Tahun 2024, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melantik Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024. Thomas Djiwandono kemudian kembali menjabat Wamenkeu di Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Pos terkait