Safari Ramadhan di Ketapang: Perpaduan Budaya, Komitmen Pembangunan, dan Aspirasi Warga
Ketapang, Kalimantan Barat – Suasana khidmat namun penuh kehangatan menyelimuti Masjid Sirajul Mukminin di Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Minggu, 8 Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan, sebuah tradisi tahunan yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah, tetapi juga menjadi ajang untuk merajut kembali komitmen pembangunan demi kemajuan daerah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, beserta rombongan. Kedatangan orang nomor satu di Ketapang disambut meriah oleh warga setempat. Kemeriahan itu kian terasa dengan adanya atraksi Pencak Silat yang memukau dan iringan gendang tar yang mengalun merdu. Pertunjukan budaya ini menjadi simbol harmonisasi antara semangat religiusitas bulan Ramadhan dengan upaya pelestarian warisan budaya lokal yang kaya.
Di hadapan para jamaah yang memadati masjid, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh masyarakat, khususnya warga Matan Hilir Selatan. Dukungan tersebut, ujarnya, menjadi salah satu pilar penting keberhasilan yang diraih dalam pemilihan kepala daerah lalu, di mana timnya berhasil memenangkan hati masyarakat di 20 kecamatan.
“Saya dan Pak Jamhuri (Wakil Bupati) tidak bisa membalas dukungan Bapak dan Ibu satu persatu,” ujar Bupati Alexander Wilyo dengan tulus. “Namun, kami berkomitmen untuk membalasnya melalui kerja nyata, dengan memfokuskan seluruh pikiran, tenaga, dan waktu kami demi mewujudkan Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri.” Komitmen ini menjadi penegasan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat akan diterjemahkan dalam aksi konkret.
Langkah Nyata Pembangunan Infrastruktur
Safari Ramadhan kali ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menunjukkan langkah-langkah nyata pemerintah daerah dalam upaya pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan krusial masyarakat. Salah satu fokus utama adalah perbaikan dan peningkatan kualitas jalan.
Progres Pengecoran Jalan:
Ruas Jalan Pelang-Kepuluk hingga Kepuluk-Batu Tajam saat ini tengah dalam tahap pengecoran. Pemerintah menargetkan agar pengerjaan ini dapat rampung menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan selesainya perbaikan ini, diharapkan akses transportasi bagi masyarakat akan menjadi lebih nyaman dan efisien.Usulan Jalan Nasional:
Selain perbaikan jalan yang ada, Bupati Alexander Wilyo juga mengungkapkan upaya strategis jangka panjang. Usulan agar ruas Jalan Ketapang-Pesaguan hingga Pesaguan-Kendawangan dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional terus digalakkan. Peningkatan status ini penting untuk menjaga standar kualitas dan kenyamanan akses antarwilayah.“Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berkomitmen menuntaskan infrastruktur jalan yang ada,” jelas Bupati. “Sebagai langkah strategis jangka panjang, ruas jalan Ketapang-Pesaguan hingga Pesaguan-Kendawangan juga telah kami usulkan untuk menjadi jalan nasional. Hal ini penting agar standar kemantapan jalan tetap terjaga dengan dukungan anggaran pusat.” Dukungan anggaran dari pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat dan memastikan kualitas pembangunan jalan tersebut.
Kepedulian Sosial dan Aspirasi Warga
Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Sirajul Mukminin tidak berhenti pada penyampaian program pembangunan semata. Kegiatan ini juga diisi dengan serangkaian agenda yang menunjukkan kepedulian sosial pemerintah terhadap masyarakat.
Buka Puasa Bersama:
Momen kebersamaan semakin terasa dengan diadakannya acara buka puasa bersama antara Bupati, jajaran pemerintah, dan seluruh warga yang hadir. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.Penyerahan Bantuan Sosial:
Sebagai wujud nyata kepedulian, Pemkab Ketapang turut menyerahkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama di masa-masa menjelang hari raya.Tali Asih untuk Anak-anak:
Anak-anak pun tidak luput dari perhatian. Pemberian tali asih kepada anak-anak menjadi penanda bahwa generasi penerus bangsa adalah prioritas pembangunan. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka.
Acara kemudian ditutup dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh seorang ustadz. Ceramah yang menyentuh hati tersebut memberikan ruang bagi warga untuk merenungi makna Ramadhan, memperkuat keyakinan, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di antara sesama.
Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Alexander Wilyo menyempatkan diri untuk bercengkerama langsung dengan para relawan dan tokoh masyarakat setempat. Momen santai ini menjadi sarana yang berharga untuk melepas kerinduan sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, dan keluhan dari warga. Interaksi langsung semacam ini sangat penting bagi pemerintah untuk memahami denyut nadi kehidupan masyarakat dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan Safari Ramadhan di Desa Pesaguan Kanan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam upacara seremonial, tetapi juga dalam aksi nyata pembangunan dan kepedulian sosial. Perpaduan antara pelestarian budaya, penyampaian program pembangunan, dan penyerapan aspirasi warga menjadikan kegiatan ini sebagai model interaksi pemerintah yang efektif dan berkesinambungan.






