Proses Identifikasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Tim DVI Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berhasil mengidentifikasi jenazah Deden Maulana dan Florencia Lolita Wibisono. Saat ini, proses identifikasi berlanjut pada bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500. Temuan tersebut diserahkan oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu malam (21/1).
Berdasarkan informasi dari Basarnas, body part jenazah ditemukan bersama sejumlah barang pribadi milik para korban. Seluruh temuan yang diperlukan untuk proses identifikasi sudah diserahkan kepada Tim DVI agar identitas korban dapat segera diketahui.
”Iya, sudah berlangsung (identifikasi body part jenazah korban),” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto pada Kamis (22/1). Ia menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara profesional dan terstruktur.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa temuan body part dan barang pribadi milik korban merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat. Lokasi penyisiran berada di sekitar badan dan ekor pesawat.
”Pada hari kelima operasi (kemarin), Tim SAR Gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” terang Arif.
Selain body part jenazah korban, Tim SAR Gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flashdisk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
”Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Arif. Ia menekankan pentingnya proses pengamanan barang temuan agar tidak terjadi gangguan dalam proses identifikasi dan investigasi.
Operasi SAR Berlanjut di Hari Keenam
Saat ini, operasi SAR berlanjut di hari keenam. Arif menegaskan bahwa operasi SAR masih terus berjalan dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan.
Operasi ini dilengkapi dengan dukungan peralatan darat dan udara. Semua elemen yang terlibat bekerja sama untuk memastikan proses pencarian berjalan secara efektif dan aman.
”Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa semua upaya dilakukan demi kepentingan keluarga korban dan masyarakat luas.
Dengan kerja sama yang solid antara berbagai pihak, harapan besar diarahkan agar seluruh korban bisa ditemukan dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. Proses identifikasi dan evakuasi tetap menjadi prioritas utama dalam operasi SAR yang sedang berlangsung.






