Pemantauan Aktivitas Gunung Semeru pada 6 April 2026
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Gunung Semeru mencatat sebanyak 42 kali erupsi yang terjadi sepanjang hari ini, 6 April 2026. Data tersebut didapatkan melalui seismogram yang mencatat gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 23 mm. Lama durasi gempa bervariasi antara 58 hingga 162 detik. Pemantauan dilakukan di pos yang berlokasi di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Selain gempa letusan, tercatat pula tiga kali gempa embusan dengan amplitudo antara 2 hingga 5 mm dan lama gempa berkisar antara 37 hingga 47 detik. Selain itu, terdapat satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 36 mm, S-P sebesar 2,85 detik, dan lama gempa sekitar 60 detik.
Petugas Pos PGA Gunung Semeru di Lumajang, Liswanto, melaporkan bahwa terjadi erupsi dengan ketinggian kolom letusan mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak. Erupsi ini terjadi pada pukul 06:51 WIB. “Kolom abu teramati putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan,” ujar Liswanto dalam laporannya, Senin, 6 April 2026.
Status Aktivitas Gunung Semeru
Status aktivitas Gunung Semeru masih tetap berada pada level III atau Siaga. Hal ini menunjukkan bahwa gunung tersebut masih dalam kondisi rawan dan memerlukan pengawasan ketat. Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah risiko bahaya yang bisa terjadi akibat aktivitas vulkanik.
Rekomendasi pertama adalah tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sekitar tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Alasannya, daerah tersebut berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian khusus adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Dengan adanya rekomendasi ini, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitarnya.






