Kekalahan Telak Persiba Balikpapan di Kandang Kendal Tornado FC
Kendal
Persiba Balikpapan kembali menghadapi nasib buruk dalam pertandingan terbaru mereka. Tim yang dikenal sebagai Beruang Madu harus menerima kekalahan telak dengan skor 0-3 tanpa balas saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC dalam lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship League, Minggu malam (12/4).
Pertandingan berlangsung di kandang Laskar Badai Pantura, dan performa Persiba tidak menunjukkan arah yang jelas sejak awal laga. Hal ini terlihat jelas karena absennya pelatih kepala, Leonard Tupamahu, yang sedang menjalani sanksi akumulasi kartu. Keabsenan ini sangat memengaruhi taktik dan semangat pemain selama pertandingan.
Meski pada babak pertama Persiba berhasil menciptakan beberapa peluang emas, penyelesaian akhir yang buruk kembali menjadi masalah utama bagi tim. Selain itu, lini pertahanan juga tampak rapuh dan sering kehilangan fokus, terutama di momen-momen penting. Gol-gol yang dicetak oleh Kendal Tornado FC menjadi bukti bahwa koordinasi lini belakang Persiba sangat lemah.
Situasi bola mati dan skema man to man marking yang tidak berjalan maksimal dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Kendal Tornado FC. Mereka mampu memanfaatkan celah-celah kecil untuk menciptakan gol.
Setelah pertandingan, Asisten Pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, mengakui kekecewaan tim atas hasil tersebut. Ia menyatakan bahwa banyak hal yang perlu segera diperbaiki, terutama soal fokus permainan hingga menit akhir.
“Jujur kami kecewa, karena kita tidak bisa menjaga fokus sampai akhir pertandingan. Gol di menit akhir itu seharusnya tidak boleh terjadi. Ini jadi bahan evaluasi penting untuk kami ke depan,” ujarnya.
Gunawan juga menyentil lemahnya pengawalan pemain lawan, khususnya dalam situasi bola mati. Menurutnya, dari free kick dan man to man marking masih kurang. Jarak antar pemain terlalu jauh, sehingga pemain lawan lebih mudah mencetak gol.
Meskipun hasil ini semakin memperberat langkah Persiba keluar dari zona degradasi, Gunawan menegaskan bahwa peluang timnya masih terbuka. Dengan tiga laga tersisa, Persiba dituntut tampil maksimal jika ingin bertahan di kasta kedua sepak bola nasional.
“Masih ada tiga pertandingan lagi. Kita harus maksimalkan semuanya untuk keluar dari zona playoff. Semua masih mungkin,” tegasnya.
Saat ini, Persiba Balikpapan masih tertahan di papan bawah klasemen sementara Grup B dengan koleksi 17 poin. Kondisi ini membuat mereka berada di ambang jurang degradasi. Tiga pertandingan tersisa menjadi penentuan nasib Beruang Madu. Jika mampu menyapu bersih kemenangan, tambahan 9 poin akan membawa Persiba mengoleksi 26 poin sekaligus menjadi angka yang bisa menjaga asa mereka bertahan di kompetisi liga dua musim depan.






