Banjir Menggenangi Terminal Bubulak Bogor Pasca Revitalisasi, Saluran Air Jadi Sorotan
Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak Senin pagi (12/1/2026) meninggalkan genangan air yang cukup signifikan di Terminal Bubulak. Kondisi ini menjadi sorotan, mengingat terminal tersebut baru saja menyelesaikan revitalisasi besar-besaran dengan anggaran APBD 2025 senilai Rp11,2 miliar. Wali Kota Bogor dilaporkan telah meninjau langsung lokasi dan mendesak kontraktor pelaksana untuk segera mengatasi masalah saluran air yang diduga menjadi akar persoalan.
Pantauan di lapangan pada pukul 10.15 WIB menunjukkan bahwa genangan air terlihat di beberapa titik strategis di dalam terminal. Mulai dari area tempat pemberhentian angkutan umum (ketem) hingga ke area tunggu penumpang, air tampak menggenang. Di area pemberhentian angkutan, ketinggian genangan air dilaporkan cukup banyak dan belum surut meskipun intensitas hujan sudah mulai berkurang. Sementara itu, di area tunggu penumpang, genangan terlihat dekat dengan halte.
Beberapa pekerja terlihat sibuk melakukan penggalian aspal di berbagai titik, tujuannya adalah untuk memperbaiki dan membuat saluran air baru. Kepala Terminal Bubulak, Sumardono, angkat bicara mengenai situasi ini. Ia menyatakan bahwa masalah utama memang terletak pada kinerja kontraktor.
“Memang permasalahannya ada di pemborong (kontraktor),” ungkap Sumardono, menekankan bahwa kelalaian dalam pengerjaan infrastruktur menjadi penyebab utama tergenangnya area terminal.
Dampak Genangan Air bagi Pengguna Terminal
Genangan air yang meluas ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup besar, terutama bagi para penumpang yang beraktivitas di Terminal Bubulak.
Gangguan Aktivitas Penumpang:
Kondisi jalan yang tergenang air mengharuskan penumpang untuk berhati-hati saat berjalan. Cipratan air dari kendaraan yang melintas menambah ketidaknyamanan, membuat pakaian dan barang bawaan penumpang berpotensi basah. Hal ini sangat disayangkan mengingat terminal seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para pengguna jasa transportasi publik.Potensi Kerusakan Infrastruktur Tambahan:
Genangan air yang berkepanjangan juga berpotensi merusak material bangunan dan permukaan jalan yang baru saja direvitalisasi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini bisa semakin meluas dan memerlukan biaya perbaikan tambahan di masa mendatang.
Upaya Perbaikan yang Sedang Berlangsung
Menyikapi kondisi ini, pihak kontraktor dilaporkan telah bergerak cepat untuk melakukan perbaikan. Perbaikan saluran air kini tengah menjadi prioritas utama, mencakup area dari bagian depan hingga belakang Terminal Bubulak.
“Pasca disidak Pak Wali, saat ini kontraktor sedang perbaiki saluran air. Itu ada di depan terminal sama di belakang terminal,” jelas Sumardono.
Kontraktor bertanggung jawab penuh atas perbaikan ini karena proyek revitalisasi masih berada dalam tahap perawatan. Masa perawatan ini akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang, memberikan kesempatan bagi kontraktor untuk memperbaiki segala kekurangan yang muncul pasca-pembangunan.
Pihak pengelola terminal berharap agar perbaikan saluran air ini dapat segera diselesaikan secara tuntas dan efektif. Tujuannya adalah agar Terminal Bubulak dapat berfungsi optimal sesuai dengan standar yang diharapkan setelah melalui proses revitalisasi yang menelan biaya miliaran rupiah. Ke depan, diharapkan pengawasan yang lebih ketat dapat diterapkan untuk memastikan kualitas pekerjaan kontraktor dan mencegah terulangnya masalah serupa.





