Belasan Tahun Menunggu, 42 Jemaah Haji Jayawijaya Berangkat ke Tanah Suci

Pemimpin Kabupaten Jayawijaya Melepas 42 Calon Jemaah Haji yang Menunggu Selama 12 Tahun

Pada hari Jumat (24/4/2026), Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, resmi melepas 42 Calon Jemaah Haji (CJH) dari Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pelepasan tersebut dilakukan di Gedung Basda Yapis, dan menjadi momen penting bagi para jemaah yang telah menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Proses Pendaftaran yang Panjang

Para CJH ini merupakan pendaftar sejak tahun 2014. Masa tunggu yang panjang akhirnya terwujud dalam bentuk perjalanan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah. Kehadiran mereka di Gedung Basda Yapis menandai awal dari prosesi pelepasan yang dipenuhi harapan dan doa.

Bupati Atenius Murip menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh jemaah. Ia menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momentum penting dalam pembangunan moral dan penyempurnaan akhlak umat. Dalam sambutannya, ia berharap pengalaman spiritual di Mekkah dapat meningkatkan kualitas hidup jemaah saat kembali ke tengah masyarakat.

Persiapan Fisik dan Mental yang Penting

Salah satu hal yang diperhatikan oleh Bupati adalah persiapan fisik dan mental jemaah. Di Arab Saudi, kondisi iklim dan lingkungan sosial sangat berbeda dengan Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jemaah untuk memperkuat kesiapan fisik serta mental guna menghadapi kondisi yang jauh berbeda.

“Saya minta bapak-ibu sekalian menjaga kesehatan karena kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di negara kita. Jemaah harus mampu menyesuaikan diri dengan baik,” ujarnya.

Selain faktor kesehatan, koordinasi dan kekompakan antarjemaah dalam rombongan menjadi kunci kelancaran ibadah. Bupati mengimbau jemaah agar fokus menjalankan seluruh rangkaian rukun haji dengan khusyuk demi meraih predikat haji mabrur.

Harapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga memiliki harapan besar bagi para jemaah. Mereka diharapkan kembali ke tanah air dalam kondisi selamat dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Sepulang dari Tanah Suci, saya berharap bapak-ibu bisa menjadi teladan serta meningkatkan iman, takwa, dan amal saleh di tengah masyarakat,” pungkas Bupati.

Dengan keberangkatan ini, para jemaah akan menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh makna. Mereka tidak hanya akan melaksanakan rukun haji, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan yang lebih bermoral dan penuh keimanan.


Pos terkait