TGB Kenang Vidi Aldiano, Rancang Akustik MTQ Masjid Hubbul Wathan

Jejak Vidi Aldiano dalam Pembangunan Masjid dan MTQ Nasional: Kenangan Tuan Guru Bajang

Tuan Guru Bajang (TGB) H Muhammad Zainul Majdi, yang dikenal juga sebagai mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini membagikan kenangannya tentang almarhum Vidi Aldiano. Melalui akun media sosialnya, TGB menceritakan kontribusi Vidi Aldiano, putra dari sahabat dekatnya Harry Kiss, dalam pembangunan Masjid Hubbul Wathan di Kota Mataram, serta perannya dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI tahun 2016 yang diselenggarakan di NTB.

Kisah ini bermula pada tahun 2016, ketika TGB masih menjabat sebagai gubernur NTB. Saat itu, Harry Kiss mengunjungi Mataram di tengah proses awal pembangunan Masjid Hubbul Wathan. Dalam kunjungan tersebut, Harry Kiss memberikan masukan penting kepada TGB mengenai aspek teknis masjid.

“Tuan Guru, masjid Hubbul Wathan ini harus punya sound system yang bagus supaya jamaah nyaman. Banyak masjid bagus tapi sound systemnya buruk sehingga tidak maksimal,” ujar Harry Kiss, seperti dikutip TGB dari akun media sosialnya.

TGB kemudian mengajak Harry Kiss berkeliling melihat kemegahan Masjid Hubbul Wathan yang sedang dibangun. Setelah peninjauan, Harry Kiss kembali menekankan pentingnya kualitas suara. “Tuan Guru, masjid ini perlu effort khusus agar soundnya bisa maksimal,” katanya. Menanggapi hal tersebut, TGB menyatakan kesiapannya untuk mempercayakan aspek teknis ini kepada sahabatnya.

Inovasi Akustik untuk Kenyamanan Jamaah

Berkat masukan dari Harry Kiss, Masjid Hubbul Wathan kini dilengkapi dengan ornamen-ornamen khusus pada bagian atap dan dindingnya. Ornamen ini tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memiliki fungsi ganda sebagai peredam pantulan suara. Desain akustik yang inovatif ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari interior masjid hingga kini.

Keberhasilan desain ini terbukti saat penyelenggaraan MTQ Nasional 2016 di Mataram. Sistem tata suara V8, yang merupakan karya Harry Kiss, terbukti sangat membantu. Kualitas suara yang jernih memungkinkan ribuan hadirin yang memadati arena MTQ setiap malam untuk menikmati keindahan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh para qari dan qariah dengan sempurna.

Usai perhelatan MTQ tersebut, persahabatan antara TGB dan Harry Kiss terus terjalin. Harry Kiss beberapa kali kembali mengunjungi Mataram. TGB mencatat betapa besar cinta dan kebanggaan Harry Kiss terhadap putranya, almarhum Vidi Aldiano. Harry Kiss kerap bersemangat menceritakan bakat, karya, dan kiprah Vidi Aldiano.

“Pak Harry selalu mengirim lagu baru Vidi kepada saya. Dengan ucapan: tolong doakan Vidi, Tuan Guru,” kenang TGB. Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa Harry Kiss akan sabar dan ikhlas menerima cobaan atas kepergian putranya, serta mendoakan agar Vidi Aldiano dirahmati Allah Taala.

Vidi Aldiano: Seniman dan Teknisi di Balik Panggung MTQ

Lebih lanjut, TGB mengungkapkan bahwa kontribusi Vidi Aldiano tidak hanya sebatas pada perancangan sistem tata suara masjid. Dalam unggahan berikutnya, TGB menceritakan keterlibatan Vidi Aldiano dalam acara pembukaan MTQ Nasional XXVI tahun 2016.

Awalnya, TGB meminta agar Harry Kiss mengizinkan Vidi Aldiano tampil untuk menghibur masyarakat dengan lagu-lagu religi. “Pak Harry, nanti Vidi bisa tampil ya. Untuk menghibur masyarakat dengan lagu-lagu religi,” ujar TGB. Harry Kiss pun menyanggupi permintaan tersebut, bahkan meminta Vidi Aldiano untuk kembali dari Amerika Serikat demi tampil di acara tersebut.

Alhasil, almarhum Vidi Aldiano berhasil tampil memukau di pembukaan MTQ. Ia tampil bersama adiknya, Vadi Akbar, dan kemudian bersama Sam serta Asri Bimbo pada acara penutupan.

Namun, TGB baru mengetahui belakangan bahwa Vidi Aldiano memiliki peran yang lebih signifikan. Melalui Harry Kiss, TGB mengetahui bahwa Vidi Aldiano turut serta dalam merancang aspek akustik dan sistem tata suara untuk acara MTQ Nasional tersebut, selain berkontribusi pada Masjid Hubbul Wathan.

“Insya Allah, itu semua menjadi amal jariyah untuk Almarhum Vidi Aldiano,” pungkas TGB, seraya memanjatkan doa Al-Fatihah untuk almarhum.

Kisah ini menjadi pengingat akan jejak kebaikan yang ditinggalkan oleh Vidi Aldiano, tidak hanya melalui karya seninya yang dikenal luas, tetapi juga melalui kontribusi teknis dan spiritual yang turut memperkaya perhelatan akbar di tanah air, serta pembangunan tempat ibadah yang menjadi simbol ketenangan dan kenyamanan bagi para jamaah.

Pos terkait