Vaksinasi Rabies Massal di Jembrana Dimulai Hari Ini
Pemerantah Jembrana telah menjadwalkan vaksinasi rabies massal yang akan dimulai pada hari ini, Senin 13 April 2026. Vaksinasi ini ditujukan khususnya ke daerah-daerah yang masuk dalam zona merah rabies serta wilayah pesisir yang disinyalir menjadi tempat pembuangan hewan penular rabies seperti anjing dan kucing.
Daerah Zona Merah dan Pesisir Disasar
Daerah pesisir dipilih sebagai target vaksinasi karena dianggap menjadi lokasi favorit bagi masyarakat untuk membuang hewan peliharaan yang terinfeksi rabies. Anjing liar, khususnya, memiliki potensi besar untuk menyebarkan virus rabies jika tidak diberikan vaksinasi secara tepat waktu.
Menurut data yang diperoleh, hingga bulan April 2026, total kasus hewan positif rabies mencapai 21 kasus. Kasus tersebut tersebar di berbagai kecamatan dengan Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Dalam periode Maret dan April 2026 lalu, tercatat ada tambahan enam kasus baru. Rinciannya adalah satu kasus di Kecamatan Pekutatan dan Melaya, serta dua kasus di Kecamatan Mendoyo dan Negara.
Tim Vaksinator Dikerahkan
Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengungkapkan bahwa vaksinasi massal akan dimulai besok. Fokus utama vaksinasi adalah wilayah zona merah, yaitu Kecamatan Mendoyo.
Untuk mempercepat proses vaksinasi, pihaknya menerjunkan sedikitnya enam tim vaksinator. Empat di antaranya merupakan tim eksternal, sementara dua lainnya merupakan tim reguler yang terdiri dari dokter hewan dari berbagai kecamatan.
Tim eksternal akan fokus menangani wilayah zona merah, sedangkan tim reguler melakukan vaksinasi di wilayah yang cakupannya masih rendah.
Partisipasi Masyarakat Penting
Sugiarta berharap partisipasi aktif dari masyarakat dapat mendukung keberhasilan vaksinasi ini. “Kami harap partisipasi dari masyarakat untuk membantu sukseskan vaksinasi sebagai upaya menekan angka kasus semakin tinggi,” ujarnya.
Selain wilayah zona merah, tim vaksinator juga akan menyasar wilayah pesisir yang dianggap rawan sebagai lokasi pembuangan hewan penular rabies. Hal ini dilakukan agar ketika menemukan anjing liar, mereka langsung diberikan vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus rabies.
Langkah Preventif
Tujuan utama dari vaksinasi ini adalah untuk menekan atau mencegah penularan kasus rabies. Dengan melibatkan berbagai tim vaksinator dan fokus pada wilayah-wilayah yang paling rentan, pemerintah berharap dapat mengurangi jumlah kasus rabies di Jembrana.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap ancaman rabies dan bekerja sama dalam upaya pencegahan penyakit ini.






