Harga Emas Senin 12 April 2026: Antam, UBS, Galeri 24 Tetap Stabil

Update Harga Emas Terbaru di Indonesia

Harga emas pada hari ini, Senin (12/4/2026), menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Hal ini mencakup berbagai produk dari Antam, Galeri 24, dan UBS. Emas telah lama dikenal sebagai aset lindung nilai yang sering dipilih untuk menjaga kestabilan kekayaan, terutama ketika inflasi mengalami perubahan.

Namun, pergerakan harga emas di pasar global, yang diwakili oleh kode XAU/USD, tidak pernah benar-benar tetap. Nilainya selalu berubah sesuai dengan dinamika pasar internasional. Perubahan harga tersebut umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, seperti kebijakan moneter, situasi geopolitik dunia, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga tingkat permintaan dari investor.

Menariknya, sejak awal tahun 2026, harga emas sempat menunjukkan tren kenaikan signifikan hingga menembus angka lebih dari Rp3 juta per gram. Namun, berdasarkan data dari situs resmi Pegadaian yang diperbarui pada Senin pagi pukul 06.00 WIB, harga emas hari ini terpantau relatif stabil tanpa lonjakan berarti.

Berikut rincian lengkap harga emas hari ini:

Harga Emas Galeri 24



– 0,5 gram: Rp1.508.000

– 1 gram: Rp2.876.000

– 2 gram: Rp5.683.000

– 5 gram: Rp14.102.000

– 10 gram: Rp28.130.000

– 25 gram: Rp69.944.000

– 50 gram: Rp139.778.000

– 100 gram: Rp279.418.000

– 250 gram: Rp696.827.000

– 500 gram: Rp1.393.654.000

– 1.000 gram (1 kg): Rp2.787.308.000

Harga Emas Antam



– 0,5 gram: Rp1.540.000

– 1 gram: Rp2.975.000

– 2 gram: Rp5.887.000

– 3 gram: Rp8.804.000

– 5 gram: Rp14.683.000

– 10 gram: Rp29.219.000

– 25 gram: Rp72.917.000

– 50 gram: Rp145.751.000

– 100 gram: Rp291.421.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp1.562.000
  • 1 gram: Rp2.890.000
  • 2 gram: Rp5.734.000
  • 5 gram: Rp14.171.000
  • 10 gram: Rp28.192.000
  • 25 gram: Rp70.342.000
  • 50 gram: Rp140.395.000
  • 100 gram: Rp280.679.000
  • 250 gram: Rp701.492.000
  • 500 gram: Rp1.401.336.000

Di tengah tren harga yang relatif stabil, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas fisik masih menunjukkan peningkatan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan dan musim hajatan. Kondisi ini turut mendorong transaksi di sejumlah gerai penjualan emas dan platform digital milik BUMN seperti Pegadaian dan bank syariah yang menyediakan layanan tabungan emas.

Selain itu, sejumlah analis pasar dalam negeri menilai pergerakan harga emas ke depan masih berpotensi menguat, seiring ketidakpastian ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia. Di Indonesia sendiri, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit karena dinilai lebih stabil dibandingkan aset berisiko tinggi, sekaligus mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pos terkait