IKA PMII Diharapkan Menjadi Lokomotif Pembangunan di Kalimantan Tengah dan Murung Raya
Puruk Cahu – Keberadaan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) diharapkan dapat menjadi kekuatan pendorong utama, atau yang sering disebut sebagai motor penggerak dan lokomotif pembangunan. Harapan besar ini disampaikan oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang menekankan pentingnya peran IKA PMII tidak hanya di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga secara spesifik di Kabupaten Murung Raya.
Pernyataan ini disampaikan Rahmanto Muhidin saat beliau menghadiri acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang IKA PMII se-Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk periode kepengurusan 2025–2030. Acara sakral tersebut diselenggarakan di Aula Jayang Tingang, yang berlokasi di Kantor Gubernur. Dalam kesempatan tersebut, beliau hadir tidak hanya mewakili Bupati Murung Raya, tetapi juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pakar yang telah ditunjuk.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya, mewakili Bapak Bupati, dan juga sebagai Ketua Dewan Pakar, tentu yang pertama saya mengucapkan selamat atas pelantikan IKA PMII periode 2025–2030,” ujar Rahmanto dengan penuh semangat. Beliau menyampaikan ucapan selamat ini pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari.
Lebih lanjut, Rahmanto menegaskan kembali arahan yang telah disampaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Beliau menggarisbawahi pentingnya bagi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan IKA PMII untuk senantiasa meningkatkan kualitas kolaborasi dan sinergi. Peningkatan ini sangat krusial dalam rangka mewujudkan pengabdian yang tulus kepada masyarakat, baik dalam skala provinsi maupun dalam cakupan kabupaten dan kota.
Rahmanto memaparkan lebih lanjut mengenai potensi besar yang dimiliki oleh IKA PMII. Beliau menekankan bahwa IKA PMII merupakan wadah yang unik karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi yang sangat beragam. Keberagaman ini mencakup para teknisi yang terampil, para profesional di berbagai bidang, politisi yang berkecimpung dalam dunia pemerintahan, para pendidik yang mencerdaskan anak bangsa, birokrat yang menjalankan roda pemerintahan, dan masih banyak lagi. Keseluruhan anggota ini, menurut Rahmanto, merupakan sumber daya potensial yang luar biasa besar untuk didedikasikan bagi kemajuan bangsa dan negara.
Beliau berpendapat bahwa PMII sebagai organisasi mahasiswa harus tetap memelihara semangatnya sebagai motor pergerakan yang dinamis. Sementara itu, IKA PMII, sebagai wadah alumni, diharapkan dapat mengambil peran yang lebih strategis, yaitu sebagai lokomotif pembangunan yang mampu menggerakkan kemajuan di Kalimantan Tengah secara keseluruhan, dan secara khusus lagi di setiap kabupaten yang ada di wilayah tersebut.
Rahmanto juga secara aktif mendorong agar semangat sinergi dan kolaborasi tidak hanya terbatas pada tingkat provinsi. Ia berharap agar jalinan kerja sama ini dapat merambah hingga ke tingkat IKA PMII di setiap kabupaten. Dengan demikian, IKA PMII tingkat kabupaten dapat menjalin kolaborasi yang erat dan langsung dengan pemerintah daerah masing-masing di seluruh Kalimantan Tengah.
Pada momen penting tersebut, Rahmanto kembali menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas pelantikan para pengurus IKA PMII periode 2025–2030. Pelantikan ini secara resmi dipimpin dan disahkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IKA PMII, Bapak Fathan Subchi, yang menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan.
Selain memberikan apresiasi terhadap IKA PMII di tingkat provinsi, Rahmanto juga tidak lupa untuk menyoroti perkembangan PMII di Kabupaten Murung Raya. Beliau mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah melakukan serangkaian penjajakan awal yang sangat positif. Langkah awal ini adalah untuk mendirikan Pengurus Cabang (PC) PMII di Kabupaten Murung Raya.
Proses pembentukan PC PMII Murung Raya ini diawali dengan pembentukan komisariat-komisariat di berbagai institusi pendidikan tinggi yang ada di wilayah tersebut. Rahmanto merinci beberapa institusi yang menjadi modal awal yang kuat. Di Kabupaten Murung Raya, telah berdiri Akademi Kebidanan yang siap menjadi basis pembentukan komisariat. Selain itu, terdapat pula cabang Universitas Terbuka yang menjangkau masyarakat luas, serta beberapa cabang pendidikan di bawah naungan Institut Nahdlatul Ulama (NU) yang berlokasi di Puruk Cahu.
“Di Kabupaten Murung Raya sudah berdiri Akademi Kebidanan, kemudian cabang Universitas Terbuka, serta beberapa cabang pendidikan Institut NU yang ada di Puruk Cahu. Ini menjadi modal awal pembentukan komisariat, yang selanjutnya diharapkan dapat membentuk cabang hingga PKC sebagai langkah pembinaan mahasiswa di tingkat kampus,” pungkas Rahmanto, optimis terhadap masa depan PMII di daerahnya.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk pembinaan kader-kader mahasiswa PMII di tingkat kampus, serta mempersiapkan mereka untuk berkontribusi lebih luas di masa depan, baik sebagai anggota PMII maupun sebagai alumni yang siap mengabdikan diri pada masyarakat.






