Berita Populer Regional: Pesawat Hilang, Pendaki Meninggal, Konflik Keraton, dan Peringatan Cuaca
Berita regional selalu menyajikan dinamika terkini yang menarik perhatian publik. Dalam 24 jam terakhir, beberapa isu hangat mendominasi perhatian pembaca, mulai dari insiden hilangnya pesawat, tragedi pendaki gunung, perseteruan internal keraton, hingga peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
1. Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Titik Api Terdeteksi
Sebuah insiden serius terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sore ketika pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang dilaporkan hilang kontak. Pesawat ini terakhir kali terdeteksi berada di sekitar Gunung Bulusaraung, Kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tim pencarian gabungan, termasuk dari TNI Angkatan Udara dengan menggunakan Heli Caracal, segera diterjunkan untuk melakukan investigasi. Hasil pemantauan udara awal oleh TNI mendeteksi adanya titik api di lokasi yang diduga menjadi area terakhir pesawat terlihat. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa temuan titik api ini sangat diharapkan menjadi petunjuk utama dalam menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Laporan dari masyarakat sekitar yang juga melihat adanya titik api dan mendengar suara ledakan semakin memperkuat dugaan tersebut.
Meskipun demikian, kondisi cuaca yang kurang bersahabat di area tersebut, dengan pergerakan awan yang mungkin menghalangi pandangan, menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Pencarian kemudian diperluas setelah adanya laporan penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Namun, pihak Basarnas Makassar belum dapat memastikan apakah serpihan tersebut berasal dari pesawat ATR yang hilang kontak. Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan segera menemukan titik terang mengenai nasib pesawat dan seluruh penumpangnya.
2. Tragedi Pendaki Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Meninggal
Kasus pendaki yang meninggal dunia di gunung kembali menambah daftar panjang tragedi di alam pegunungan Indonesia. Kali ini, Syafiq Ridhan Ali Razani (18), seorang pendaki asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet. Jasadnya ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pagi, setelah dinyatakan hilang selama 17 hari.
Syafiq Ali melakukan pendakian bersama seorang temannya pada Sabtu (27/12/2025) melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang. Keduanya dilaporkan terpisah saat Syafiq berusaha mencari bantuan untuk temannya yang mengalami kram di Pos 5. Sementara temannya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di Pos 9, Syafiq dinyatakan hilang.
Operasi pencarian resmi yang dilakukan oleh tim SAR ditutup pada Rabu (7/1/2026) setelah sepekan pencarian tanpa hasil. Namun, upaya pencarian dilanjutkan secara mandiri oleh para relawan. Bahkan, dalam upaya pencarian ini sempat melibatkan seorang anak indigo untuk mencoba menelusuri titik terakhir keberadaan Syafiq. Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya persiapan matang, kesadaran akan risiko, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan saat mendaki gunung, mengingat Indonesia memiliki banyak gunung indah namun juga menyimpan potensi bahaya.
3. Konflik Keraton Solo Memanas: Pergantian Gembok Pasca Pertemuan dengan Gibran
Konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo kembali memanas, kali ini dengan insiden pergantian gembok di sejumlah pintu keraton. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah dua raja keraton, Pakubuwono XIV Purbaya dan Pakubuwono XIV Hangabehi, bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (16/1/2026).
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya bersama Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan melakukan penggantian gembok. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap penggantian gembok sebelumnya yang dilakukan oleh utusan dari kubu Pakubuwono XIV Purbaya, yang diduga dilakukan dengan cara menggerinda gembok secara paksa.
Konflik yang terus berulang di Keraton Solo ini tidak hanya sekadar persoalan keluarga bangsawan atau adat lokal, tetapi juga telah berkembang menjadi isu yang lebih luas, menyangkut pengelolaan warisan budaya, legitimasi lembaga adat, serta peran negara dalam menjaga simbol-simbol sejarah bangsa. Dinamika perselisihan yang melibatkan dualisme kepemimpinan ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan betapa kompleksnya upaya pelestarian institusi budaya di tengah perbedaan pandangan.

4. Peringatan Dini Cuaca BMKG: Waspada Hujan di Lampung, Siaga di Bali
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca di seluruh Indonesia untuk hari Minggu, 18 Januari 2026. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi cuaca memburuk dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, merupakan ancaman yang perlu diwaspadai, terutama di musim penghujan. BMKG mengklasifikasikan tingkat peringatan menjadi tiga level: Waspada (hujan sedang hingga lebat), Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat), dan Awas (hujan sangat lebat hingga ekstrem).
Beberapa wilayah telah ditetapkan dalam kategori peringatan:
- WASPADA (Hujan Sedang – Lebat)
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Jambi
- Sumatera Selatan
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang di beberapa wilayah. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.
5. Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat Akibat Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia
Seorang personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari kesatuan Brimob Polda Aceh, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Rio, telah dijatuhi sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti melakukan desersi. Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas dinas secara sengaja tanpa izin resmi, yang dalam kasus ini diduga dilakukan dengan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia.

Menurut informasi, Bripda Rio telah melakukan desersi sejak 8 Desember 2025 dan diketahui berada di luar negeri, diduga di wilayah konflik Rusia-Ukraina. Pemecatan terhadap Rio dilakukan melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar secara in absentia atau tanpa kehadiran yang bersangkutan.
Keberadaan Rio di luar negeri dan keterlibatannya dengan tentara bayaran Rusia terungkap setelah ia mengirimkan foto dan video, termasuk informasi mengenai gaji yang diterimanya, kepada beberapa pihak di kesatuannya. Pihak Polda Aceh menyatakan bahwa sebelum pemecatan dilakukan, mereka telah berupaya melakukan pencarian ke kediaman orang tua Rio. Kasus ini menjadi pengingat serius mengenai konsekuensi hukum dan disiplin bagi anggota kepolisian yang melanggar aturan, terlebih lagi terkait dengan keterlibatan dalam konflik internasional.






