7 Penerbangan Soetta-Timteng Batal Akibat Konflik AS-Israel

Dampak Konflik Timur Tengah: Tujuh Penerbangan Internasional dari Soekarno-Hatta Dibatalkan

Konflik yang memanas di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran telah menimbulkan gelombang dampak hingga ke berbagai sektor, termasuk dunia penerbangan. Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang terpaksa membatalkan tujuh penerbangan internasional yang seharusnya menuju kawasan Timur Tengah. Pembatalan ini merupakan konsekuensi langsung dari penutupan wilayah udara di sejumlah negara di kawasan tersebut, yang menjadi langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi konflik.

Pelaksana tugas (Pgs.) Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan bahwa penutupan wilayah udara (airspace closed) di beberapa negara Timur Tengah secara otomatis mengganggu kelancaran operasional penerbangan. “Sehubungan dengan adanya penutupan wilayah udara di sejumlah wilayah Timur Tengah mengakibatkan beberapa penerbangan rute Timur Tengah dari Bandara Soekarno-Hatta mengalami pembatalan keberangkatan,” ujar Fahmi.

Situasi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang telah merencanakan perjalanan mereka. Pihak bandara telah merinci daftar penerbangan keberangkatan yang terdampak pembatalan tersebut.

Berikut adalah daftar penerbangan keberangkatan yang dibatalkan:

  1. Etihad Airways EY472 tujuan Abu Dhabi
  2. Qatar Airways QR954 tujuan Doha
  3. Qatar Airways QR957 tujuan Doha
  4. Emirates EK357 tujuan Dubai
  5. Etihad Airways EY475 tujuan Abu Dhabi
  6. Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha
  7. Etihad Airways EY473 tujuan Abu Dhabi

Selain penerbangan keberangkatan, pembatalan juga berdampak pada penerbangan kedatangan. Dua penerbangan yang mengalami pembatalan kedatangan adalah:

  • Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi–Jakarta
  • Qatar Airways QR954 rute Doha–Jakarta

Penanganan Penumpang Terdampak dan Imbauan

Menghadapi situasi yang tidak terduga ini, manajemen Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Langkah-langkah yang diambil mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, serta koordinasi intensif dengan pihak maskapai.

“Penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan,” ungkap Fahmi.

Pihak bandara juga memberikan imbauan penting bagi seluruh calon penumpang yang memiliki tujuan ke Timur Tengah. Mereka disarankan untuk secara proaktif memantau perkembangan informasi terbaru. Cara terbaik untuk mendapatkan informasi terkini adalah melalui kanal resmi masing-masing maskapai penerbangan atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait. Hal ini penting untuk memastikan penumpang mendapatkan informasi yang akurat mengenai status jadwal keberangkatan mereka.

Operasional Penerbangan Lain Tetap Normal

Meskipun ada pembatalan tujuh penerbangan internasional, operasional penerbangan internasional lainnya di Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan tetap berjalan normal. Hal ini menunjukkan bahwa dampak pembatalan tersebut masih bersifat spesifik pada rute-rute yang secara langsung terpengaruh oleh penutupan wilayah udara di Timur Tengah.

Manajemen bandara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keamanan operasional. Pemantauan berkala dilakukan di seluruh area terminal, mulai dari Terminal 1, 2, dan 3. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh layanan di bandara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa.

“Secara umum saat ini situasi di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta tetap dalam kondisi aman dan kondusif,” ujar Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi menekankan pentingnya koordinasi yang intensif. Pihak bandara secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini sangat krusial untuk mengantisipasi berbagai dinamika operasional yang mungkin timbul akibat situasi geopolitik, serta untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga pada level tertinggi.

Pos terkait