Anggaran Jalan Lebak Melonjak: Komitmen Nyata Era Andra

Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Andra Soni: Komitmen Nyata pada Infrastruktur Lebak

Satu tahun masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, telah menuai apresiasi dari berbagai pihak. Salah satu sorotan utama datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Muhamad Agil Zulfikar, yang menilai adanya komitmen nyata dalam sektor infrastruktur, khususnya di wilayah Lebak. Ia menekankan bahwa kepemimpinan ini telah menunjukkan dedikasi yang signifikan dalam upaya perbaikan dan pembangunan jalan desa.

Andra Soni dan Dimyati Natakusumah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada 20 Februari, bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadan. Pasangan ini berhasil meraih dukungan kuat dari masyarakat, terbukti dengan perolehan 3.102.501 suara pada Pemilihan Gubernur Banten tahun 2024. Keberhasilan mereka tidak lepas dari dukungan sepuluh partai politik yang bersatu dalam Koalisi Banten Maju, meliputi Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PKB, PAN, PPP, PSI, Garuda, dan Prima.

Lonjakan Anggaran Infrastruktur untuk Lebak

Muhamad Agil Zulfikar, yang juga merupakan politisi dari Partai Gerindra, menyoroti terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Andra Soni dalam mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur jalan desa di Lebak. Menurutnya, Andra Soni adalah gubernur pertama yang memberikan perhatian besar dan menggelontorkan dana signifikan untuk perbaikan jalan di Lebak.

“Tanpa menihilkan kinerja gubernur terdahulu, Pak Andra ini merupakan gubernur pertama yang menggelontorkan anggaran besar untuk Lebak dengan fokus di bidang infrastruktur,” ujar Agil saat mendampingi Gubernur Banten meresmikan jalan program Bang-Andra di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Lebak.

Agil membandingkan alokasi anggaran yang diterima Lebak selama masa kepemimpinannya sebagai Ketua DPRD Lebak. Saat itu, bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Banten untuk Kabupaten Lebak hanya berkisar antara Rp20 hingga Rp25 miliar. Namun, di tahun pertama masa jabatan Andra Soni sebagai Gubernur, anggaran yang dialokasikan khusus untuk penanganan jalan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang-Andra) di Lebak melonjak drastis mencapai Rp71 miliar.

Peningkatan anggaran ini dinilai Agil sebagai bukti nyata komitmen Gubernur Andra Soni yang telah dijanjikan sejak masa kampanye. Konsep “adil dan merata” yang diusung dalam programnya tampaknya mulai terealisasi, dengan prioritas diberikan kepada wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan khusus, seperti Lebak dan Pandeglang.

“Saya kira ini komitmen beliau sejak kampanye, dengan konsep adil dan merata. Terutama untuk wilayah yang membutuhkan penanganan khusus seperti Lebak dan Pandeglang, beliau memprioritaskan,” jelas Agil.

Ia juga menambahkan bahwa angka Rp71 miliar tersebut merupakan alokasi spesifik untuk program Bang-Andra saja, belum termasuk anggaran-anggaran lain yang mungkin juga dialokasikan untuk berbagai sektor pembangunan di Lebak.

Pembangunan Bertahap: Kunci Keberlanjutan

Meskipun menunjukkan progres yang menggembirakan, Agil mengingatkan bahwa masa satu tahun kepemimpinan belum cukup untuk menyelesaikan seluruh permasalahan pembangunan di Banten secara tuntas. Ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

“Jadi, satu tahun itu belum cukup untuk menarik kesimpulan kondisi Banten secara keseluruhan, karena masih banyak waktu yang tersisa,” tuturnya.

Pendekatan bertahap ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik, memberikan dampak yang signifikan, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Fokus pada pembangunan yang terukur juga memastikan bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ajakan untuk Dukungan dan Doa Masyarakat

Menyikapi berbagai upaya pembangunan yang sedang berjalan, Agil Zulfikar juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lebak untuk memberikan dukungan dan doa. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama mengawal proses pembangunan yang sedang digalakkan di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni.

“Kami sebagai kader Pak Gubernur memohon doa kepada seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mengawal proses pembangunan dan visi misi Pak Gubernur,” pungkasnya.

Dukungan masyarakat dianggap sebagai elemen krusial dalam keberhasilan setiap program pemerintah. Dengan partisipasi aktif dan pengawasan yang konstruktif, diharapkan visi pembangunan Banten, khususnya di Kabupaten Lebak, dapat terwujud secara optimal dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Program Bang-Andra sendiri dirancang untuk memberikan solusi konkret terhadap kondisi jalan desa yang seringkali memprihatinkan di beberapa wilayah Banten. Dengan adanya peningkatan anggaran yang signifikan, diharapkan konektivitas antar desa semakin membaik, memfasilitasi mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Peresmian jalan program Bang-Andra di Desa Karyajaya menjadi salah satu simbol konkret dari realisasi janji kampanye dan komitmen pemerintah provinsi. Kehadiran perwakilan dari DPRD Lebak menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam upaya bersama membangun Banten yang lebih baik.

Dengan sisa masa jabatan yang masih panjang, evaluasi positif terhadap satu tahun kepemimpinan ini menjadi modal berharga untuk terus mendorong agenda pembangunan. Fokus pada infrastruktur, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan anggaran untuk program Bang-Andra, merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat Banten.

Pos terkait