GP Ansor Perkuat Ketahanan Ekonomi Kader di Tengah Gejolak Global
Gerakan Pemuda (GP) Ansor, melalui Pimpinan Pusatnya, menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat ketahanan ekonomi para kadernya di tingkat akar rumput. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengembangan berbagai unit usaha yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Inisiatif ini menjadi semakin relevan dan mendesak mengingat situasi global yang tengah diliputi eskalasi ketegangan, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, M. Mabrur L. Banuna, penguatan ekonomi bagi para kader tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian keuntungan finansial belaka. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah untuk membangun fondasi ketahanan internal organisasi yang kokoh. “Ini salah satu misi BUMA sebagai sayap ekonomi GP Ansor, yaitu bagaimana mengekspansi dan memperluas skala usaha kita,” ujar Mabrur dalam sebuah pernyataan.
Pengembangan bisnis ini dirancang untuk tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga secara aktif mendorong dan menggerakkan aktivitas ekonomi para kader di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan oleh unit usaha BUMA nantinya akan didistribusikan dan dikembangkan lebih lanjut di tingkat Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) Ansor, serta BUMA di tingkat provinsi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan ekonomi baru dan memberikan peluang bagi kader Ansor di daerah untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.
“Jadi bukan hanya sekadar untuk mendapatkan profit yang lebih banyak, tapi juga bisa memberikan ketahanan ekonomi untuk kader-kader, khususnya di internal organisasi GP Ansor,” tegas Mabrur. Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi kader merupakan bagian integral dari upaya membangun ketahanan ekonomi organisasi secara keseluruhan.
Struktur BUMA yang Solid dan Potensi Besar
Mabrur mengungkapkan bahwa hingga saat ini, struktur BUMA telah berhasil dibentuk di sebagian besar wilayah di Indonesia. Berdasarkan data internal organisasi, sekitar 80 persen struktur BUMA telah terbentuk di tingkat daerah. Angka ini menunjukkan antusiasme dan semangat juang para kader Ansor yang sangat tinggi dalam merambah sektor ekonomi. “Artinya geliat dan passion sahabat-sahabat Ansor di bidang ekonomi itu sangat tinggi,” ungkapnya.
Berbagai unit usaha yang dikelola oleh BUMA saat ini telah merambah ke berbagai sektor bisnis yang beragam. Mulai dari pengolahan residu sawit yang memiliki potensi besar, penyelenggaraan acara atau event organizer yang membutuhkan kreativitas dan jaringan, hingga layanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang merupakan kebutuhan vital bagi umat Muslim. Keberagaman sektor ini mencerminkan kesiapan BUMA untuk menjawab berbagai peluang pasar.
Inspirasi dari Semangat Nahdlatut Tujjar
Lebih lanjut, Mabrur menjelaskan bahwa penguatan sektor ekonomi di lingkungan GP Ansor juga terinspirasi dari semangat gerakan ekonomi yang telah lama diusung oleh Nahdlatul Ulama (NU), yang dikenal dengan istilah Nahdlatut Tujjar. Semangat para saudagar atau pebisnis di kalangan NU ini menjadi teladan bagi Ansor untuk terus mengembangkan sayap ekonominya.
Dengan jumlah kader yang sangat besar di lingkungan NU dan Ansor, Mabrur menekankan pentingnya upaya pemberdayaan yang nyata. Pemberdayaan ini mencakup dua aspek krusial: peningkatan kapasitas keterampilan (skill) dan penguatan kapasitas ekonomi para kader. “Pemberdayaan kader ini menjadi kewajiban, baik secara peningkatan kapasitas skill maupun kapasitas ekonomi kader,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan amanat organisasi untuk terus mencetak kader yang tidak hanya religius, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Ekonomi
Dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi kadernya, GP Ansor melalui BUMA menjalin kerja sama strategis dengan PT Oriental Yuhong Indonesia. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka akses terhadap teknologi, sumber daya, dan jaringan yang lebih luas untuk pengembangan usaha.
Country Director PT Oriental Yuhong Indonesia, Li Zhiyong, menyambut baik kolaborasi ini. Ia mengakui potensi besar yang dimiliki oleh GP Ansor. Li Zhiyong melihat bahwa GP Ansor memiliki jutaan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, serta memiliki jaringan penjualan yang sangat luas melalui berbagai toko bahan bangunan yang dikelolanya. “Ansor adalah organisasi yang sangat berpengaruh di Indonesia. Mereka memiliki sekitar delapan juta anggota dan jaringan penjualan yang sangat luas,” ujar Li.
Potensi anggota yang besar dan jaringan distribusi yang luas ini menjadi modal berharga bagi Oriental Yuhong Indonesia untuk memperluas jangkauan pasarnya, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan ekonomi kader Ansor. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi ekonomi kedua belah pihak, serta yang terpenting, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para kader GP Ansor di seluruh pelosok negeri.





