Kebakaran Hebat Landa Solok Sipin, 7 Rumah Ludes Terbakar
JAMBI – Musibah kebakaran kembali melanda Kota Jambi. Kali ini, tujuh unit rumah di RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, ludes dilalap si jago merah pada Selasa sore, 3 Maret 2026. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini tidak hanya menghanguskan tujuh rumah permanen dan non-permanen, tetapi juga menyebabkan empat rumah lainnya mengalami kerusakan.
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. Api yang berkobar hebat dengan cepat menjalar, dipicu oleh kondisi angin kencang yang bertiup kencang di lokasi kejadian. Bangunan yang sebagian besar terbuat dari material non-permanen semakin memudahkan api untuk merayap dan melahap satu per satu rumah warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Jambi, Bapak Mustari Afandi, mengungkapkan bahwa timnya menghadapi kendala signifikan saat berusaha memadamkan api. Kerumunan warga yang berbondong-bondong menyaksikan kejadian tersebut, bahkan sebagian melakukan siaran langsung dari jarak dekat, menghambat mobilitas petugas dan memperlambat proses pemadaman.
“Saat kami tiba di lokasi, api sudah sangat besar,” ujar Bapak Mustari Afandi. “Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga yang menonton dan berkerumun di sekitar lokasi, bahkan akses jalan menuju titik api menjadi sangat sempit. Banyak juga warga yang melakukan siaran langsung dari jarak dekat, yang sangat mengganggu upaya pemadaman kami.”
Dugaan Penyebab Kebakaran
Investigasi awal yang dilakukan oleh tim Damkar Kota Jambi mengarah pada beberapa dugaan kuat mengenai penyebab kebakaran. Salah satu kemungkinan adalah korsleting listrik. Api diduga berasal dari salah satu rumah kosong yang ada di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti apakah korsleting listrik tersebut berasal dari instalasi listrik penghuni rumah yang lama atau ada faktor lain yang memicunya.
Selain korsleting listrik, informasi lain yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya aktivitas bermain kembang api sebagai pemicu. Namun, Bapak Mustari Afandi menegaskan bahwa dugaan ini belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Yang pasti, asal apinya belum diketahui secara pasti,” jelas Bapak Mustari Afandi. “Apakah dari instalasi listrik penghuni rumah yang dahulu, atau ada informasi yang mengatakan ada yang bermain kembang api, namun itu juga belum pasti. Kami masih melakukan investigasi mendalam.”
Faktor cuaca juga menjadi salah satu elemen penting yang memperburuk situasi. Kondisi cuaca yang panas terik pada hari itu turut berkontribusi pada cepatnya api membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Angin kencang yang bertiup menambah intensitas kobaran api, membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit.
Upaya Pemadaman dan Himbauan Keselamatan
Butuh waktu sekitar 1 jam 20 menit bagi petugas pemadam kebakaran untuk berhasil menjinakkan api yang mengamuk. Setelah berjuang keras, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan, meskipun kerugian yang ditimbulkan sudah sangat besar.
Menyikapi musibah ini, Bapak Mustari Afandi memberikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat Kota Jambi. Ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menjaga keamanan rumah tangga, terutama terkait potensi kebakaran.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Periksa Peralatan Elektronik: Pastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, bahkan untuk jangka waktu yang singkat. Cabut steker dari stop kontak untuk mencegah korsleting listrik.
- Periksa Kompor: Selalu periksa kembali kondisi kompor, baik kompor gas maupun kompor minyak tanah. Pastikan katup gas tertutup rapat dan tidak ada kebocoran.
- Awasi Anak-anak: Ingatkan dan awasi anak-anak agar tidak bermain kembang api, petasan, atau benda-benda lain yang berpotensi menimbulkan api. Permainan semacam ini menjadi salah satu penyebab umum terjadinya kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Pastikan lingkungan sekitar rumah bersih dari sampah yang mudah terbakar, seperti tumpukan daun kering atau material mudah terbakar lainnya.
- Patuhi Aturan: Hindari menimbun barang-barang yang mudah terbakar di dalam rumah.
Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan musibah kebakaran serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Peristiwa di Solok Sipin ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan bersama.





