Arbeloa Angkat Bicara: “Apakah Ini Tanggung Jawab Saya?”

Real Madrid Terpeleset di Kandang, Getafe Cetak Sejarah

Madrid – Stadion Santiago Bernabeu menjadi saksi bisu kekalahan mengejutkan Real Madrid dari tim tamu Getafe dalam lanjutan pekan ke-26 LaLiga musim 2025-2026. Kekalahan tipis 0-1 ini memperlebar jarak poin antara Real Madrid dengan pemuncak klasemen, Barcelona, menjadi empat poin. Gol tunggal kemenangan Getafe dicetak oleh Martin Satriano melalui tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-39.

Hasil ini melanjutkan tren negatif Los Blancos di liga domestik, di mana ini merupakan kekalahan kedua beruntun mereka setelah sebelumnya takluk dari Osasuna. Padahal, rekor kandang Real Madrid melawan Getafe sangatlah superior. Sebelum pertandingan ini, tim ibu kota Spanyol tersebut telah memenangkan 16 pertandingan kandang beruntun melawan Getafe di LaLiga. Rekor kemenangan kandang terpanjang Real Madrid sendiri adalah 18 kali berturut-turut melawan Racing Santander antara tahun 1952 hingga 1994.

Kemenangan ini tidak hanya penting bagi Getafe untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi sang pelatih, Jose Bordalas. Ia telah menghadapi Real Madrid sebanyak 16 kali di LaLiga tanpa pernah meraih kemenangan (dua kali imbang dan 14 kali kalah). Kemenangan kali ini adalah yang pertama baginya melawan raksasa ibu kota Spanyol tersebut. Kemenangan ini membawa Getafe naik ke peringkat 11, mengungguli Girona dan Sevilla.

Statistik yang Memihak Getafe, Namun Real Madrid Mendominasi Penguasaan Bola

Meskipun kalah dalam penguasaan bola dengan angka mencapai 77,1 persen, Real Madrid mampu melepaskan 18 tembakan ke gawang lawan, berbanding 9 tembakan milik Getafe. Namun, efektivitas serangan menjadi kunci. Getafe berhasil memanfaatkan satu dari sedikit peluang mereka menjadi gol, sementara Real Madrid gagal mengkonversi belasan peluang yang tercipta.

Kiper Getafe, David Soria, tampil gemilang dalam pertandingan ini. Ia berkali-kali menggagalkan peluang emas dari para penyerang Real Madrid. Di 25 menit awal pertandingan, Soria dengan sigap menahan tendangan Vinicius Junior dengan kakinya dan berhasil memblokir tendangan sudut yang dilepaskan oleh Arda Guler.

Absennya beberapa pemain kunci seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham akibat cedera tampaknya memengaruhi kedalaman skuad Real Madrid. Selain itu, pertandingan ini juga diwarnai dengan dua kartu merah untuk kubu Real Madrid. Franco Mastantuono diusir dari lapangan karena protes, sementara Adrian Liso menyusul karena dianggap mengulur-ngulur waktu sesaat sebelum peluit akhir dibunyikan.

Pelatih Arbeloa Akui Tanggung Jawab Penuh

Menanggapi kekalahan yang mengecewakan ini, pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dengan lapang dada mengakui tanggung jawabnya. Ia menyatakan bahwa meskipun timnya telah menciptakan banyak peluang, performa yang ditampilkan belum cukup baik.

“Apakah ini tanggung jawab saya? Tentu saja. Memang benar kami menciptakan peluang untuk mencetak gol. Benar juga bahwa kami bisa bermain lebih baik,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers pasca pertandingan.

“Saya tahu bahwa jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya, dan saya menerimanya.”

Arbeloa menekankan bahwa masih ada 36 poin yang bisa diperebutkan di sisa musim ini, dan tujuan utama tim adalah untuk meraih poin sebanyak mungkin. Ia menegaskan bahwa tidak ada kata menyerah di Real Madrid.

“Kami masih memiliki 36 poin untuk diperebutkan, dan tujuan kami adalah mendapatkannya,” tegasnya.

“Tidak ada yang akan menyerah. Ini adalah selisih yang menurut kami bisa kami tutup. Ini Real Madrid, dan tidak ada yang akan menyerah.”

Mengenai kualitas tim, Arbeloa yakin bahwa Real Madrid memiliki pemain dan skuad yang hebat. Ia percaya para pemain akan bangkit dan berusaha untuk tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Ya, kami memiliki pemain hebat, skuad hebat. Pemain yang akan pulih. Tujuannya adalah untuk melakukan hal-hal yang lebih baik di lapangan,” katanya.

Arbeloa juga menyoroti perbedaan antara kekalahan di Pamplona dan kekalahan kali ini. Ia mengakui bahwa timnya seharusnya bisa lebih agresif dalam menyerang, terutama di kedua sisi sayap.

“Pertandingan di Pamplona dan hari ini berbeda. Kami menghadapi lawan yang bertahan dengan sangat baik, dan kami seharusnya lebih agresif di lini serang pertama, di kedua sayap,” jelasnya.

“Kami selalu cenderung mencari opsi mudah, yaitu Vinicius, tetapi kami membutuhkan lebar di kedua sayap.”

Ia menambahkan bahwa timnya perlu memperbaiki aspek tersebut dan meningkatkan performa dalam menghadapi pertahanan yang dalam. Arbeloa juga mengomentari jalannya pertandingan yang diwarnai banyak penghentian dan pelanggaran, namun ia memilih untuk tidak mengkritik wasit.

Susunan Pemain

Real Madrid [4-2-3-1]:
1-Thibaut Courtois; 12-Trent Alexander-Arnold [2-Dani Carvajal 55′], 22-Antonio Rüdiger, 4-David Alaba [24-Dean Huijsen 55′], 18-Álvaro Fernández Carreras; 14-Aurélien Tchouaméni [21-Brahim Díaz87′], 45-Thiago Pitarch Pinar [11-Rodrygo 55′]; 8-Federico Valverde, 15-Arda Güler [30-Franco Mastantuono 69′], 7-Vinicius Junior; 16-Gonzalo García
Pelatih: Alvaro Arbeloa

Getafe [5-4-1]:
13-David Soria; 16-Diego Rico, 24-Zaid Romero, 22-Domingos Duarte, 15-Sebastián Boselli, 21-Juan Iglesias; 10-Martin Satriano [3-Abdel Abqar 90′], 8-Mauro Arambarri, 5-Luis Milla, 17-Kiko Femenía [23-Adrian Liso 58′]; 19-Luis Vasquez [6-Mario Martín 70′]
Pelatih: José Bordalas

Pos terkait