Perombakan Skuad Arema FC: Ian Puleio Pamit, Luiz Gustavo Cedera Parah
Malang – Memasuki jeda kompetisi Super League 2025-2026, manajemen Arema FC mengambil langkah tegas dalam upaya perbaikan performa tim. Jumat (16/1/2026), klub berjuluk Singo Edan ini secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan penyerang sayap asal Argentina, Ian Puleio. Keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi mendalam terhadap skuad menjelang bergulirnya putaran kedua.
Namun, kabar kurang menyenangkan juga datang dari sektor pertahanan. Bek asing andalan, Luiz Gustavo, dipastikan harus menepi hingga akhir musim akibat cedera robek ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut kirinya. Cedera serius ini menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang memperbaiki posisinya di klasemen.
1. Ian Puleio Tinggalkan Bumi Arema dengan Catatan Positif
Pergerakan di bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026 mulai memanas dengan hengkangnya Ian Puleio dari Arema FC. Keputusan strategis ini diambil manajemen sebagai bagian dari upaya perombakan besar demi mendongkrak performa tim. Puleio, yang berposisi sebagai winger kanan atau penyerang sayap kanan, telah membela panji Singo Edan sejak Juli 2025 dan meninggalkan klub dengan kontribusi yang berarti.
Selama setengah musim membela Arema FC, Ian Puleio tercatat tampil dalam 15 pertandingan. Ia berhasil menyumbangkan 2 gol dan 1 assist, serta turut berperan dalam pengumpulan 4 poin krusial bagi tim. Kontribusinya dinilai positif dan memberikan warna tersendiri di lini serang Arema FC.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh Ian Puleio. “Manajemen Arema FC mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dedikasi Ian Puleio selama membela Arema FC,” ujar Yusrinal Fitriandi melalui rilis resmi. “Setelah melalui komunikasi dan pertimbangan bersama, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Arema FC mendoakan kesuksesan bagi Ian Puleio dalam melanjutkan karier profesionalnya di klub baru. Keputusan ini mencerminkan komitmen manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi membentuk skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi paruh kedua kompetisi.
2. Luiz Gustavo Absen Hingga Akhir Musim Akibat Cedera ACL
Awan mendung menyelimuti lini pertahanan Arema FC dengan kabar cedera serius yang dialami bek asing mereka, Luiz Gustavo. Pemain asal Brasil ini dipastikan harus mengakhiri musim lebih cepat akibat robekan pada ligamen Anterior Cruciate Ligament (ACL) di lutut kirinya. Insiden tragis ini terjadi saat Luiz terjatuh dan tertimpa pemain lain di lapangan, yang memaksa dirinya harus menjalani operasi dan absen hingga kompetisi berakhir.
Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan kondisi Luiz Gustavo pada Sabtu, (17/1/2026). Keputusan untuk menempuh jalur operasi diambil setelah melalui serangkaian observasi mendalam oleh tim medis klub, konsultan ahli, dan persetujuan dari sang pemain.

Dokter Tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi Luiz Gustavo. “Luiz Gustavo mengalami robekan pada ligamen ACL lutut kiri. Cedera ini terjadi akibat insiden di lapangan di mana ia terjatuh dan tertimpa oleh pemain lain,” terang dr. Nanang.
Lebih lanjut, dr. Nanang menjelaskan bahwa keputusan operasi diambil sebagai opsi terbaik untuk memulihkan kondisi lutut Gustavo secara sempurna dan menjamin karier sepak bolanya di masa depan. “Setelah kami berdiskusi intensif dengan konsultan ortopedi dan tim medis, serta menjelaskan kondisinya kepada pemain, Luiz sepakat untuk memilih opsi operasi segera. Tujuannya jelas, agar struktur lututnya bisa pulih sempurna dan ia dapat bermain lebih optimal di masa depan,” tambah Nanang.
Pukulan Berat Bagi Singo Edan
Menyikapi situasi ini, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui bahwa cedera Luiz Gustavo merupakan pukulan berat bagi tim. Namun, pihak manajemen memutuskan untuk memprioritaskan kesehatan dan masa depan jangka panjang sang pemain. “Tentu ini berat bagi kami di manajemen, pelatih, dan Aremania. Namun, demi kesembuhan dan karier pemain ke depannya, klub harus rela dan menyetujui opsi jalan operasi bagi Luiz. Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya,” kata Yusrinal.
Meskipun harus menepi dalam waktu yang lama, Yusrinal memastikan bahwa Arema FC akan tetap memegang teguh profesionalisme. “Luiz Gustavo masih terikat kontrak hingga akhir kompetisi dan akan mendapatkan haknya serta dukungan penuh selama masa pemulihan,” pungkasnya.
3. Upaya Arema FC Mengatasi Ketergantungan pada Satu Pemain
Kehilangan Luiz Gustavo di lini pertahanan hingga akhir musim memaksa manajemen Arema FC untuk lebih giat mencari solusi guna menjaga keseimbangan tim. Situasi ini justru mendorong klub untuk mempercepat langkah perburuan pemain baru, terutama untuk mencari sosok tandem bagi penyerang andalan, Dalberto, di lini depan.
Manajemen Arema FC menilai peran tandem Dalberto sangat krusial untuk mempertajam lini serang. Selama ini, Singo Edan dinilai terlalu bergantung pada kontribusi gol dari pemain asal Brasil tersebut. Buktinya, dari 23 gol yang dicetak pada putaran pertama Super League 2025/2026, 10 gol di antaranya disumbangkan oleh Dalberto. Absennya Dalberto dalam beberapa laga terakhir sebelum jeda kompetisi juga berdampak signifikan pada performa lini depan Arema FC, yang tercatat gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun melawan Madura United, Persita Tangerang, dan Bali United.
“Setelah melalui sejumlah evaluasi, kami memutuskan untuk mencari penyerang tambahan di lini depan,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi kepada awak media pada Kamis, (15/1/2026).
4. Mencari Striker dengan “Insting Membunuh”
Saat ini, pelapis alami Dalberto di posisi penyerang tengah hanyalah Dedik Setiawan. Jika berkaca pada musim sebelumnya, Arema FC memiliki dua legiun asing yang dapat diandalkan sebagai target man, salah satunya adalah Charles Lokolingoy.
Manajemen Arema FC tidak ingin terburu-buru dalam mendatangkan pemain baru. Menurut Yusrinal, bursa transfer paruh musim selalu menghadirkan tantangan tersendiri. “Kalau incaran sebenarnya ada. Seperti Gabi itu kan sudah kami incar sejak sebulan yang lalu sebelum kami datangkan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tim, Yusrinal mengidentifikasi lini serang sebagai pos yang paling krusial. Meskipun Arema FC dinilai cukup baik dalam menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala serius. “Sebenarnya peluang kami banyak, tapi gak ada finishing yang finishing,” tandasnya. Upaya mencari striker baru dengan naluri mencetak gol yang tajam kini menjadi prioritas utama manajemen untuk meningkatkan daya gedor tim di putaran kedua Super League.






