Arema FC Lolos dalam Proses Lisensi Klub 2026
Arema FC kembali menunjukkan komitmen sebagai klub profesional setelah dinyatakan lolos dalam proses Club Licensing atau Lisensi Klub 2026. Klub berjuluk Singo Edan itu memperoleh status Granted with Sanction atau lolos bersyarat dalam hasil evaluasi yang dilakukan otoritas sepak bola nasional.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut positif hasil tersebut. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Arema terus bergerak menuju tata kelola klub yang lebih profesional dan modern.
Meski demikian, menurut dia, Arema FC masih memiliki beberapa catatan yang harus segera diperbaiki agar bisa memperoleh status lisensi penuh pada siklus berikutnya. Salah satu perhatian utama terletak pada aspek kepelatihan, khususnya terkait kualifikasi pelatih kiper dan pelatih fisik yang perlu disesuaikan dengan regulasi terbaru.
”Kami menerima hasil ini dengan rasa syukur. Memang ada catatan terkait lisensi kepelatihan kiper dan pelatih fisik yang butuh penyesuaian kriteria. Harapannya, pada siklus club licensing berikutnya, poin ini sudah terpenuhi sesuai regulasi,” ujar Yusrinal.
Dalam proses penilaian lisensi klub, terdapat lima aspek utama yang menjadi dasar evaluasi. Kelima aspek tersebut meliputi:
- Sporting: Arema FC dinilai memenuhi unsur pembinaan usia muda dan pengembangan olahraga.
- Infrastructure: Fasilitas stadion dan tempat latihan juga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.
- Personnel and Administrative: Kualitas sumber daya manusia dan administrasi klub ikut menjadi perhatian.
- Legal: Legalitas klub menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan lisensi.
- Financial: Kesehatan finansial juga menjadi aspek yang dievaluasi.
Dari sisi sporting, Arema FC dinilai memenuhi unsur pembinaan usia muda dan pengembangan olahraga. Sementara pada aspek infrastruktur, fasilitas stadion dan tempat latihan juga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan administrasi klub ikut menjadi perhatian dalam aspek personnel and administrative. Di sisi lain, legalitas klub serta kesehatan finansial juga menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan lisensi.
Bagi manajemen Singo Edan, lisensi klub bukan hanya formalitas tahunan agar bisa tampil di kompetisi domestik maupun Asia. Lebih dari itu, proses ini dianggap sebagai langkah penting untuk membangun budaya kerja profesional di internal klub.
”Prinsipnya, hasil lisensi ini menjadi dasar kami melangkah. Ini adalah wajah profesionalisme Arema FC. Kami tidak hanya ingin mempertahankan status ini, tetapi terus meningkatkannya hingga menjadi kultur pengelolaan di dalam klub,” tambah pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Arema FC juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan pemenuhan aspek legal dan administrasi yang terus diperbaiki, klub asal Malang itu berharap dapat berkembang menjadi klub yang lebih transparan, sehat, dan kompetitif di masa depan.






