Banjir tak kunjung usai, warga Kebon Pala siap direlokasi asal dibayar adil

Warga Kebon Pala Desak Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir, Siap Relokasi dengan Ganti Rugi Adil

Banjir yang terus-menerus melanda kawasan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, telah menimbulkan kelelahan mendalam di kalangan warganya. Berulang kali genangan air merendam permukiman, membuat aktivitas sehari-hari terganggu, dan menimbulkan kerugian materiel serta moril. Menghadapi situasi yang tak kunjung usai ini, warga Kebon Pala kini menyatakan kesiapannya untuk direlokasi. Namun, kesiapan ini datang dengan syarat yang jelas: lahan dan bangunan mereka harus dibayar dengan nilai yang adil dan transparan.

Warga meyakini bahwa relokasi, yang merupakan bagian dari upaya normalisasi Sungai Ciliwung, adalah langkah krusial dan solusi jangka panjang yang paling efektif untuk mengatasi persoalan banjir yang telah menahun. Mereka berpandangan bahwa dengan adanya normalisasi, aliran Sungai Ciliwung akan tertata lebih baik, sehingga potensi air meluap ke pemukiman dapat diminimalisir secara signifikan.

Upaya Pemerintah DKI Jakarta dalam Normalisasi Ciliwung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menunjukkan komitmennya dalam mengatasi banjir di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Berbagai upaya pembebasan lahan dan penggusuran bangunan ilegal telah dilakukan demi mewujudkan permukiman yang lebih layak huni dan bebas banjir bagi warganya. Salah satu contoh nyata dari upaya ini adalah pembongkaran puluhan bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan Taman Harapan, RT 04, 02, dan 15, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati.

Bangunan-bangunan tersebut diratakan oleh petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur pada hari Rabu, 4 Februari 2026, setelah para pemiliknya menerima kompensasi atau ganti untung yang dianggap memadai. Proses ini diharapkan menjadi preseden positif bagi kawasan lain yang juga terdampak banjir.

Harapan Warga Kebon Pala untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Semangat yang sama untuk terbebas dari ancaman banjir juga dirasakan oleh warga Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara. Ketua RT 13/04 Kebon Pala, Bapak Sanusi, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pendataan terhadap warga di wilayahnya beberapa bulan lalu.

“Sudah ada, tapi kebanyakan menerima (direlokasi) oleh Pemprov DKI,” ujar Bapak Sanusi pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Bapak Sanusi menegaskan bahwa warga akan menerima keputusan relokasi dengan ikhlas, asalkan proses pembebasan lahan dan bangunan dilakukan dengan kompensasi yang adil. Ia sangat menekankan pentingnya adanya kesepakatan dua belah pihak sebelum Pemprov melakukan pembebasan lahan.

“Kami pada dasarnya tidak keberatan (direlokasi dan pembebasan lahan),” ungkapnya. Beliau menambahkan, “Kami meminta, sebelum Pemprov bebaskan lahan warga, harus ada kesepakatan dua belah pihak dan tidak main asal gusur saja.”

Dampak Banjir dan Kebutuhan Mendesak Warga

Sebelumnya, pada Jumat, 20 Februari 2026, warga Kebon Pala harus menghadapi kenyataan pahit saat rumah mereka kembali terendam banjir. Situasi ini menimbulkan kesulitan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, termasuk saat menjalankan ibadah puasa.

Menurut Bapak Sanusi, hingga saat itu, belum ada bantuan resmi yang diterima oleh warga terdampak banjir dari pemerintah. Kebutuhan makanan, termasuk untuk santap sahur, masih dipenuhi secara mandiri oleh warga.

“Belum (tidak ada bantuan). Sampai saat ini belum ada sih (bantuan),” tegas Bapak Sanusi pada Jumat itu.

Beliau memperkirakan ada sekitar 96 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh banjir di pemukiman tersebut. Kondisi ini memaksa warga untuk berinovasi dalam menjalankan aktivitas. Bahkan, untuk membeli santap sahur, beberapa warga terpaksa menggunakan perahu, sementara yang lain harus menerjang genangan air.

“Kalau untuk sahur agak terhambat juga sih ya, tapi masih berjalan lancar ibadahnya,” tuturnya, menggambarkan perjuangan warga dalam menjalani kehidupan di tengah musibah banjir.

Situasi ini semakin menggarisbawahi urgensi penanganan banjir yang komprehensif dan solusi jangka panjang yang ditawarkan melalui normalisasi sungai. Harapan warga Kebon Pala kini tertuju pada implementasi program normalisasi yang dapat memberikan kepastian dan ketenangan dari ancaman banjir di masa mendatang, tentunya dengan jaminan hak-hak mereka sebagai warga yang terdampak terpenuhi secara adil.

Pos terkait