Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Mulai Maret 2026: Analisis Lengkap dan Rincian Wilayah
Mulai 1 Maret 2026, para pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh penjuru Indonesia perlu bersiap menghadapi penyesuaian harga. PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan kenaikan harga untuk sejumlah produk BBM nonsubsidinya yang berlaku di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kenaikan ini menjadi yang pertama di tahun 2026, setelah sebelumnya terjadi penurunan harga pada dua bulan pertama tahun tersebut.
Fokus Kenaikan pada Produk Pertamax dan Dex Series
Kenaikan harga kali ini secara signifikan menyasar produk-produk dalam kategori Pertamax Series dan Dex Series. Pertamax, yang sebelumnya banyak ditemukan di kisaran harga Rp 11.000-an per liter, kini diproyeksikan menembus angka Rp 12.000 per liter di berbagai wilayah. Namun, dampak kenaikan yang paling terasa adalah pada produk Dex Series.
- Dexlite (CN 51): Mengalami kenaikan yang cukup signifikan, membuat harga jualnya menjadi lebih tinggi.
- Pertamina Dex (CN 53): Juga mengalami penyesuaian harga yang substansial, mencerminkan pergerakan pasar dan biaya produksi.
BBM Subsidi Tetap Stabil
Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini, kabar baik datang bagi pengguna BBM bersubsidi. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.
- Pertalite: Tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.
- Biosolar: Masih dibanderol dengan harga Rp 6.800 per liter.
Stabilitas harga BBM bersubsidi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada bahan bakar bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Dasar Hukum dan Faktor Penentu Penyesuaian Harga
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini didasarkan pada formula yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245 Tahun 2022. Formula ini dirancang untuk mencerminkan dinamika pasar energi global dan domestik. Beberapa faktor utama yang memengaruhi penyesuaian harga meliputi:
- Fluktuasi Harga Minyak Dunia: Kenaikan atau penurunan harga minyak mentah di pasar internasional secara langsung berdampak pada biaya produksi BBM.
- Nilai Tukar Mata Uang: Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat juga memainkan peran penting, mengingat minyak mentah diperdagangkan dalam mata uang asing.
- Biaya Distribusi: Jarak tempuh, infrastruktur, dan logistik distribusi BBM dari kilang hingga ke titik penjualan di setiap daerah turut memengaruhi harga akhir.
- Pajak Daerah: Setiap daerah memiliki kebijakan pajak daerah yang berbeda, yang juga akan tercermin dalam harga jual BBM di wilayah tersebut.
Masyarakat dapat memantau informasi harga BBM terbaru dan paling akurat melalui situs web resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina. Platform digital ini menyediakan data harga yang spesifik untuk setiap SPBU, sehingga konsumen dapat mengetahui harga yang berlaku di lokasi mereka.
Rincian Harga BBM Nonsubsidi per 1 Maret 2026 di Berbagai Wilayah
Perbedaan harga BBM nonsubsidi antarwilayah merupakan hal yang lumrah terjadi, mencerminkan faktor-faktor distribusi dan kebijakan pajak daerah yang unik di setiap provinsi. Berikut adalah rincian harga beberapa produk BBM nonsubsidi Pertamina di berbagai wilayah Indonesia per 1 Maret 2026:
Wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat akan mengalami penyesuaian harga sebagai berikut:
- Pertamax (RON 92): Dari Rp 11.800 menjadi Rp 12.300 per liter.
- Pertamax Green 95: Mengalami kenaikan dari Rp 12.450 menjadi Rp 12.900 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Harga baru ditetapkan sebesar Rp 13.100 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.700.
- Dexlite (CN 51): Mengalami kenaikan cukup signifikan menjadi Rp 14.200 per liter dari Rp 13.250.
- Pertamina Dex (CN 53): Harga jualnya menjadi Rp 14.500 per liter, naik dari Rp 13.500.
Sebagai perbandingan, harga Pertamax di wilayah ini pada Januari 2026 sempat berada di level Rp 12.350 per liter. Kenaikan kali ini menjadikan harga kembali mendekati level awal tahun.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, harga masing-masing produk adalah:
- Pertamax: Rp 12.600 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp 13.350 per liter.
- Dexlite: Rp 14.500 per liter.
- Pertamina Dex: Rp 14.800 per liter.
Wilayah Sumatera
Penyesuaian harga juga berlaku di berbagai provinsi di Sumatera, dengan beberapa perbedaan antar wilayah:
Aceh:
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Free Trade Zone (FTZ) Sabang:
* Pertamax: Rp 11.500
* Dexlite: Rp 13.250
Sumatera Utara:
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Sumatera Barat:
* Pertamax: Rp 12.900
* Pertamax Turbo: Rp 13.650
* Dexlite: Rp 14.800
* Pertamina Dex: Rp 15.100
Riau & Kepulauan Riau:
* Pertamax: Rp 12.900
* Pertamax Turbo: Rp 13.650
* Dexlite: Rp 14.800
* Pertamina Dex: Rp 15.100
Free Trade Zone (FTZ) Batam:
* Pertamax: Rp 11.750
* Pertamax Turbo: Rp 12.400
* Dexlite: Rp 13.450
* Pertamina Dex: Rp 13.800
Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung:
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Wilayah Kalimantan
Provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan juga mengalami penyesuaian harga dengan variasi tertentu:
Kalimantan Barat, Tengah, Timur:
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Kalimantan Selatan:
* Pertamax: Rp 12.900
* Pertamax Turbo: Rp 13.650
* Dexlite: Rp 14.800
* Pertamina Dex: Rp 15.100
Kalimantan Utara:
* Pertamax: Rp 12.900
* Pertamax Turbo: Rp 13.650
* Dexlite: Rp 14.800
* Pertamina Dex: Rp 15.100
Wilayah Sulawesi
Pengguna BBM nonsubsidi di seluruh provinsi Sulawesi akan mendapati harga sebagai berikut:
Sulawesi (Utara, Tengah, Tenggara, Selatan, Barat):
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Wilayah Timur Indonesia
Wilayah timur Indonesia, yang memiliki tantangan distribusi lebih besar, juga memiliki penyesuaian harga yang mencerminkan biaya operasional:
Maluku, Maluku Utara:
* Pertamax: Rp 12.600
* Dexlite: Rp 14.500
Papua & wilayah Papua lainnya (Papua Barat, Selatan, Pegunungan, Tengah, Barat Daya):
* Pertamax: Rp 12.600
* Pertamax Turbo: Rp 13.350
* Dexlite: Rp 14.500
* Pertamina Dex: Rp 14.800
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan operasional dalam menghadapi dinamika pasar energi global. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Pertamina dan menyesuaikan anggaran bahan bakar mereka.





