Beasiswa Yatim Aktivis: PC MA IPNU Banyuwangi Beraksi

Beasiswa Pendidikan untuk Anak Yatim Aktivis IPNU Banyuwangi: Wujud Penghormatan dan Kepedulian

BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Presidium Cabang Majelis Ulama (PC-MA) IPNU Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program penyaluran beasiswa pendidikan yang ditujukan khusus bagi anak yatim dari kalangan aktivis IPNU. Inisiatif mulia ini merupakan wujud nyata penghormatan dan penghargaan atas jasa serta kontribusi para aktivis IPNU terdahulu di wilayah ujung timur Pulau Jawa.

Ketua PC MA IPNU Banyuwangi, Lukman Hadi Abdillah, menjelaskan bahwa pemberian beasiswa ini memiliki makna ganda. Pertama, sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga tali persaudaraan dengan para aktivis IPNU yang telah berpulang ke Rahmatullah. Kedua, untuk mengenalkan kepada anak-anak yatim bahwa mendiang orang tua mereka telah meninggalkan warisan kebaikan yang berharga, salah satunya adalah melalui dedikasi mereka di organisasi IPNU.

“Kami ingin senantiasa menjaga ikatan persaudaraan dengan rekan-rekan IPNU, termasuk mereka yang telah tiada. Salah satu cara kami adalah dengan turut serta mengurus dan memastikan pendidikan anak-anak mereka terus berjalan lancar,” ujar Lukman di Banyuwangi, Selasa malam.

Program beasiswa ini secara spesifik menyasar keluarga dari aktivis IPNU yang telah meninggal dunia. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan konkret bagi kelangsungan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.

Penerima Beasiswa: Meneruskan Semangat Kebaikan

Dua keluarga aktivis IPNU yang telah berpulang menjadi penerima perdana beasiswa pendidikan ini, sebagai simbol dimulainya program yang diharapkan dapat terus berkembang.

  • Keluarga Mendiang Mohammad Sanusi:
    Beasiswa pertama disalurkan kepada keluarga almarhum Mohammad Sanusi. Beliau merupakan mantan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi pada masa khidmat 2012-2014. Almarhum wafat pada tahun 2016 dan meninggalkan dua orang anak yang saat ini masih menempuh pendidikan. Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan mereka dan membantu mereka meraih cita-cita.

  • Keluarga Mendiang Muhammad Nasih:
    Penerima kedua adalah keluarga dari almarhum Muhammad Nasih, yang menjabat sebagai Sekretaris PC IPNU Banyuwangi pada masa khidmat 2010-2012. Almarhum berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 1 Agustus 2024. Kehilangan sosok ayah tentu menjadi pukulan berat, dan beasiswa ini diharapkan dapat menjadi penopang semangat belajar bagi anak-anaknya.

Lukman Hadi Abdillah menambahkan bahwa sumber pendanaan untuk beasiswa ini murni berasal dari penggalangan dana yang dilakukan di antara sesama alumni IPNU. Selain itu, dana juga dihimpun dari berbagai sumber lain yang dijamin kehalalannya dan bersifat tidak mengikat, sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dan penyalurannya.

“Kami sangat bersyukur atas antusiasme dan kepedulian dari para alumni IPNU yang telah berkontribusi dalam penggalangan dana ini. Semoga ke depannya, jangkauan program beasiswa ini dapat semakin luas, menyentuh lebih banyak anak-anak yatim dari keluarga aktivis IPNU yang membutuhkan,” harap Lukman.

Inisiatif PC MA IPNU Banyuwangi ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, namun juga sarat akan makna kekeluargaan dan tanggung jawab kolektif. Ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan dan pengabdian para aktivis IPNU tidak akan pernah padam, bahkan terus hidup melalui generasi penerus dan perhatian yang diberikan kepada keluarga yang mereka tinggalkan. Program beasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa IPNU, sebagai organisasi pelajar yang berakar pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama, senantiasa menjunjung tinggi prinsip solidaritas, kepedulian sosial, dan keberlanjutan perjuangan.

Pos terkait