Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara terkait pemberian kartu kepada dua pemainnya, Aditya Warman dan Allano Lima, dalam laga melawan Malut United. Insiden ini menjadi sorotan, terutama karena kedua pemain tersebut mendapat sanksi dari wasit di tengah pertandingan krusial. Aditya Warman harus keluar lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning yang berujung kartu merah, sementara Allano Lima juga diganjar kartu kuning.
Pembelaan untuk Aditya Warman
Mauricio Souza merasa bahwa keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kedua kepada Aditya Warman, yang berujung kartu merah, patut dipertanyakan. Pelatih asal Brasil ini berpendapat bahwa dalam situasi perebutan bola, di mana Aditya Warman sedang berduel dengan pemain Malut United, seharusnya wasit tidak langsung memberikan hukuman seberat itu. Souza menyatakan bahwa ia perlu meninjau kembali rekaman pertandingan untuk memahami secara pasti apa yang terjadi.
“Saya perlu melihat kembali situasinya dengan lebih jelas karena semuanya terjadi sangat cepat. Dari posisi saya, saya tidak melihat pelanggaran yang seharusnya berujung kartu merah. Saya akan meninjaunya lagi,” ujar Mauricio Souza. Ia menekankan bahwa sebagai pelatih yang berada di pinggir lapangan, pandangannya mungkin terbatas dan ia membutuhkan analisis yang lebih mendalam untuk menilai kelayakan keputusan wasit.
Sorotan pada Allano Lima
Sementara itu, Allano Lima kembali harus menerima kartu kuning, yang merupakan kartu kuning berturut-turut dalam dua pertandingan terakhirnya. Sebelumnya, pemain asal Brasil ini juga mendapatkan kartu kuning saat Persija meraih kemenangan 2-1 atas PSM Makassar. Meskipun demikian, Mauricio Souza justru menunjukkan kekesalannya ketika fokus kritik tertuju pada Allano Lima.
Souza menyoroti bahwa Allano Lima, meskipun kerap mendapatkan kartu, justru dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga melawan Malut United. Ini bukan kali pertama Allano Lima meraih predikat tersebut; ia telah tujuh kali menjadi pemain terbaik dalam pertandingan yang diikutinya. Dalam pertandingan melawan Malut United, kontribusi Allano Lima sangat signifikan dengan mencatatkan dua assist yang membantu Persija meraih kemenangan 3-2.
“Yang membuat saya sedih adalah pertanyaan selalu fokus pada kritik pemain kami, bukan pada kemenangan tim. Kami baru saja menang dalam pertandingan sulit,” ungkap Mauricio Souza dengan nada kecewa. Ia merasa bahwa pencapaian tim, terutama kemenangan dalam laga yang sulit, seharusnya menjadi fokus utama, bukan hanya pada sanksi yang diterima oleh individu pemain.
Memahami Karakter Pemain
Mauricio Souza juga menegaskan bahwa ia telah beberapa kali berbicara langsung dengan Allano Lima untuk memahami karakternya di lapangan. Ia mengakui bahwa Allano Lima memiliki semangat juang yang tinggi dan determinasi yang kuat, yang justru menjadi kekuatan penting bagi tim Persija.
“Allano Lima memang mendapat kartu, tetapi saya sudah berbicara dengannya berkali-kali. Dia pemain yang bersemangat dan selalu ingin bertanding. Hari ini menurut saya dia tidak melakukan sesuatu yang layak diganjar kartu,” tutup Mauricio Souza. Ia berargumen bahwa gaya bermain Allano Lima yang penuh energi terkadang bisa disalahartikan oleh wasit, padahal semangat tersebut adalah aset berharga bagi tim.
Meskipun telah mengumpulkan total 11 kartu kuning sepanjang musim, catatan Allano Lima sebagai pemain terbaik sebanyak tujuh kali menunjukkan bahwa kontribusinya di lapangan jauh lebih besar daripada sekadar kartu yang diterimanya. Kemenangan Persija atas Malut United dengan skor 3-2 pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, pada Selasa (24/2/2026), menjadi bukti nyata dari kerja keras tim, di mana peran Allano Lima dengan dua assistnya sangat krusial. Fokus Souza adalah untuk terus membangun tim yang solid dan memanfaatkan kekuatan setiap pemain, termasuk Allano Lima, sambil meminimalkan potensi masalah yang timbul dari keputusan-keputusan kontroversial.





