Warga NTT Diimbau Waspadai Angin Kencang Kering, Risiko Karhutla Meningkat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Imbauan ini menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena angin kencang yang bersifat kering, yang diperkirakan akan mendominasi selama periode musim kemarau. Kondisi ini berpotensi signifikan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah.
BMKG secara spesifik menyoroti beberapa daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman angin kencang ini, salah satunya adalah Kabupaten Sabu Raijua. Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Riris Eliza Helen, menegaskan bahwa angin kencang yang kering memiliki potensi besar untuk memicu dan memperluas jangkauan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT.
Saat ini, sebagian besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memasuki fase musim kemarau. Hal ini ditandai dengan menurunnya pertumbuhan awan dan mulai aktifnya angin monsun timur. BMKG juga melaporkan bahwa tidak ada wilayah di NTT yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem. Sebaliknya, terdapat potensi peningkatan kecepatan angin yang signifikan di berbagai daerah di NTT.
Secara umum, kondisi cuaca di NTT diperkirakan akan didominasi oleh langit cerah berawan hingga berawan. Meskipun demikian, masih ada kemungkinan terjadinya hujan ringan di beberapa wilayah tertentu.
Rincian Peringatan dan Imbauan BMKG
BMKG telah mengidentifikasi Kabupaten Sabu Raijua sebagai salah satu daerah yang perlu memberikan perhatian ekstra terhadap potensi angin kencang. Selain itu, BMKG juga merilis data mengenai kondisi suhu dan kelembapan udara di wilayah NTT.
- Suhu Udara: Diperkirakan akan berkisar antara 13 hingga 33 derajat Celsius. Kisaran suhu yang cukup lebar ini menunjukkan adanya variasi suhu yang signifikan antara siang dan malam hari, serta antar wilayah.
- Kelembapan Udara: Diprediksi berada pada rentang 45 hingga 90 persen. Kelembapan yang rendah, terutama pada siang hari, dapat memperparah kondisi kering akibat angin kencang.
Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG ini mencakup nilai akumulasi harian tertinggi yang tercatat di setiap kabupaten atau kota. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami tingkat risiko yang dihadapi di wilayah masing-masing.
Akses Informasi Cuaca yang Lebih Rinci
Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih spesifik dan mendalam, hingga ke tingkat kelurahan dan desa, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BMKG.
- Laman Resmi BMKG: Masyarakat dapat mengakses laman cuaca.bmkg.go.id untuk mendapatkan data dan prediksi cuaca yang detail.
- Layanan Informasi 24 Jam: BMKG menyediakan layanan informasi cuaca yang dapat diakses sepanjang waktu melalui:
- Telepon: (0380) 881613
- WhatsApp: 0811-3940-4264
- Media Sosial: Akun resmi BMKG di @infobmkg dan @infobmkgeltari.
- Aplikasi: Pengguna juga dapat mengunduh dan memanfaatkan aplikasi Info BMKG untuk mendapatkan pembaruan cuaca secara real-time.
BMKG terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat di NTT untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini demi keselamatan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana terkait cuaca, terutama risiko kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat di musim kemarau ini.




