Kontroversi Park Bom: Tuduhan Terhadap Sandara Park dan Masa Lalu Adderall
Park Bom, mantan anggota grup idola K-Pop 2NE1, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah serangkaian unggahan kontroversial di media sosial. Pernyataannya yang ditulis tangan menyinggung rekan satu grupnya, Sandara Park, serta mengungkap kembali isu lama mengenai penggunaan obat Adderall yang pernah menjeratnya. Unggahan ini memicu gelombang diskusi dan spekulasi di kalangan penggemar dan publik luas.
Dalam salah satu postingannya, Park Bom secara terbuka membahas mengenai Adderall, sebuah obat psikotropika yang memang dikenal luas. Ia menyatakan dengan tegas bahwa obat tersebut bukanlah narkoba dan menjelaskan bahwa ia menderita Attention Deficit Disorder (ADD). Park Bom mengungkapkan keberaniannya untuk berbicara mengenai hal ini, meskipun ia sadar akan potensi kegaduhan yang bisa ditimbulkan.
“Saya berhati-hati karena takut menimbulkan kegaduhan lain, tetapi saya akan berbicara tentang Adderall, obat psikotropika yang dikenal. Saya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan ini. Itu bukan narkoba. Saya menderita ADD (Attention Deficit Disorder),” tulis Park Bom dalam postingannya.
Namun, yang paling mengejutkan adalah tudingan yang dilontarkannya terhadap Sandara Park terkait kasus narkoba di masa lalu. Park Bom secara blak-blakan menyatakan bahwa Sandara Park pernah tertangkap dengan narkoba, dan untuk menutupi kasus tersebut, pihak agensi diduga menjadikan Park Bom sebagai kambing hitam dengan isu kecanduan narkoba.
“Park Sandara (Sandara Park) tertangkap dengan narkoba, dan untuk menutupinya, mereka membuat Park Bom menjadi pecandu narkoba,” kata Park Bom.
Dalam unggahan yang sama, Park Bom juga turut menyebut nama-nama penting lainnya yang terkait dengan kariernya di industri hiburan, termasuk pendiri YG Entertainment, Yang Hyun-suk, mantan produser YG, Teddy Park, serta anggota 2NE1 lainnya, CL. Ia berharap agar pihak berwenang tidak melaporkan bahwa dirinya menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan, padahal menurutnya, ia tidak menggunakannya.
“Saya harap Anda tidak melaporkan kepada pemerintah bahwa Park Bom menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan padahal ia tidak menggunakannya,” tulis Park Bom.
Menanggapi tuduhan serius yang dilontarkan oleh Park Bom, sumber yang dekat dengan Sandara Park segera memberikan bantahan tegas. Mereka menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar sama sekali. Sumber tersebut juga menambahkan bahwa Sandara Park saat ini justru merasa khawatir terhadap kondisi kesehatan Park Bom.
“Tuduhan tersebut tidak berdasar,” kata sumber orang dekat Sandara Park.
Mereka juga menambahkan secara singkat, “Sandara Park saat ini khawatir tentang kesehatan Park Bom.”
Tak lama setelah unggahan tersebut menjadi viral dan menyebar luas di berbagai platform media sosial, Park Bom dilaporkan menghapus pernyataannya. Tindakan penghapusan ini semakin menambah spekulasi mengenai motif di balik unggahan tersebut dan kondisi emosional Park Bom.
Riwayat Kasus Adderall yang Melibatkan Park Bom
Kasus Adderall yang melibatkan Park Bom bukanlah hal baru dan sempat menimbulkan kontroversi besar di masa lalu. Pada tahun 2010, Park Bom sempat diamankan oleh petugas bea cukai di Bandara Internasional Incheon. Penangkapan tersebut terjadi ketika ia mencoba menyelundupkan sekitar 80 tablet Adderall, yang mengandung amfetamin, melalui jalur pos kilat internasional.
Setelah melalui proses penyelidikan yang mendalam, pihak kejaksaan memutuskan untuk menangguhkan dakwaan terhadap Park Bom. Keputusan ini diambil dengan alasan bahwa obat tersebut sebenarnya digunakan untuk keperluan medis. Meskipun kasus hukumnya ditangguhkan, insiden ini sempat memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas grup 2NE1, yang pada saat itu tengah berada di puncak popularitas mereka.
Selang beberapa tahun kemudian, dalam sebuah acara showcase album solonya pada tahun 2019, Park Bom sempat menyampaikan permintaan maafnya kepada publik terkait insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa ia menerima perawatan dan resep rutin obat tersebut di luar negeri untuk keperluan medis. Ia juga menyampaikan penyesalan karena ketidaktahuannya tentang hukum domestik telah menimbulkan kontroversi.
“Saya menerima perawatan dan resep rutin di luar negeri untuk keperluan medis. Saya dengan tulus meminta maaf karena menimbulkan kontroversi akibat ketidaktahuan saya tentang hukum domestik.”
Riwayat Perseteruan Lainnya dengan YG Entertainment
Sebelumnya, pada bulan Oktober lalu, Park Bom juga sempat membuat heboh dengan unggahan yang mengancam akan menuntut Yang Hyun-suk. Ancaman ini berkaitan dengan dugaan pembayaran pendapatan aktivitas 2NE1 yang belum diselesaikan oleh pihak agensi. Namun, seperti unggahan sebelumnya, pernyataan ini juga kemudian dihapus oleh Park Bom.
Menanggapi situasi tersebut, agensinya saat itu, D-Nation, mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak agensi menjelaskan bahwa penyelesaian terkait aktivitas Park Bom di 2NE1 telah selesai. Mereka juga mengungkapkan bahwa Park Bom saat itu sedang tidak stabil secara emosional dan sulit untuk berkomunikasi, serta membutuhkan perawatan dan istirahat untuk pemulihannya. Pernyataan ini mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental yang dialami oleh Park Bom.





