Bupati Gorut Apresiasi Mahasiswa IAIN Gorontalo, Tanam 555 Pohon

Mahasiswa KKS-T IAIN Gorontalo Diganjar Penghargaan Atas Kontribusinya dalam Penghijauan

Gorontalo Utara – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memberikan apresiasi tertinggi kepada para mahasiswa Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) IAIN Gorontalo atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam program penanaman pohon. Keberhasilan mahasiswa menanam sebanyak 555 pohon di Desa Helumo, Kecamatan Anggrek, menjadi sorotan dan bukti nyata semangat kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah.

Penanaman pohon ini merupakan bagian integral dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang dikenal sebagai Gerakan Agro Mopomulo (GAM). Program ini secara luas berfokus pada upaya penghijauan lingkungan, penguatan ketahanan ekologis, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Apresiasi yang diberikan oleh Bupati Thariq Modanggu bukan sekadar formalitas. Desa Helumo tercatat sebagai desa dengan rekor penanaman pohon terbanyak selama periode pelaksanaan KKS-T, sebuah pencapaian luar biasa yang patut dibanggakan.

Penanaman Pohon: Sejalan dengan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

Dalam keterangannya, Bupati Thariq Modanggu menekankan nilai strategis dari kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa KKS-T. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam sektor lingkungan hidup dan pertanian berkelanjutan.

“Alhamdulillah, saya sudah melihat dalam sistem memang Desa Helumo ini yang terbanyak pohon yang ditanam, 555 pohon. Luar biasa,” ujar Bupati Thariq pada Senin, 2 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa kegiatan mahasiswa tersebut merupakan manifestasi nyata dari implementasi program daerah yang senantiasa didorong oleh pemerintah, yaitu Gerakan Agro Mopomulo. Program ini mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.

Lebih jauh, Thariq Modanggu mengaitkan program ini dengan inisiatif strategis dari Kementerian Agama yang juga dapat diimplementasikan di Desa Helumo, menunjukkan adanya sinergi program di berbagai tingkatan.

Pengalaman Lapangan: Bekal Berharga bagi Mahasiswa

Bupati Thariq juga menyoroti pentingnya pelaksanaan KKS-T yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari di tengah masyarakat. Ia menilai pengalaman langsung di lapangan ini memberikan bekal pengalaman sosial yang sangat krusial bagi perkembangan karakter, kepedulian, dan kemampuan adaptasi mahasiswa di masa depan.

Menurutnya, interaksi tatap muka dengan masyarakat menawarkan ruang pembelajaran yang tak tergantikan oleh teori di dalam kelas. Mahasiswa berkesempatan untuk memahami secara mendalam kondisi sosial, budaya, serta berbagai problematika yang dihadapi masyarakat secara nyata.

“Saya yakin dan percaya banyak pengalaman yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat kurang lebih 40 hari. Tentu ini menorehkan sejumlah pengalaman yang menjadi konsumsi saudara secara pribadi. Jika ada pengalaman dan pengetahuan yang baru di lapangan, tentu ini tujuan KKS-T,” tegasnya.

Sinergi: Kunci Keberhasilan Pembangunan Daerah

Bupati Thariq Modanggu turut menekankan pentingnya sinergi sebagai elemen fundamental dalam mencapai keberhasilan pembangunan daerah. Ia menggarisbawahi bahwa manusia tidak dapat hidup secara individual, sehingga kolaborasi dan kerja sama menjadi kebutuhan esensial dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial yang kompleks.

“Sesuai dengan namanya, sinergi terpadu. Karena kemampuan sinergi ini sangat dibutuhkan. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Itulah silaturahim, hanya bahasanya bahasa agama, jadi implementasi silaturahim itu sinergi,” terangnya.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa KKS-T untuk senantiasa menyadari bahwa realitas di lapangan tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan harapan atau rencana awal. Ketidaksesuaian ini merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang harus dihadapi dan dijadikan sebagai sarana pembelajaran.

“Memang banyak hal yang menjadi masalah yang saudara temukan. Ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan, selalu ada celah dan itu terjadi di mana saja, ada ketidaksesuaian dan itu wajar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati Thariq mendorong pentingnya saling mengingatkan dan memberikan masukan konstruktif sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara ekspektasi dan realitas di lapangan. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Inovasi Kebijakan: Pendataan UMKM Berbasis Jamaah Masjid

Selain membahas kontribusi mahasiswa, Bupati Thariq Modanggu turut memaparkan rencana kebijakan pemerintah daerah ke depan, khususnya terkait intervensi program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengindikasikan bahwa pendekatan pendataan akan diarahkan melalui basis data jamaah masjid.

Pendekatan ini dinilai lebih dekat dengan denyut nadi masyarakat dan diharapkan mampu menjangkau kelompok-kelompok yang benar-benar membutuhkan uluran tangan bantuan.

“Mungkin ini kita bisa kerjasamakan untuk pengembangan. Jadi untuk program-program pendekatan kepada orang miskin, saya arahan ke masjid. Jadi masjid mulai melakukan pendataan. Jadi saya kasih PC dan ini akan kita coba eksplor lebih jauh dengan IAIN,” jelasnya.

Bupati Thariq menegaskan bahwa program-program tersebut akan terus dikembangkan dan menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah. Ia juga membuka lebar pintu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi, dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Ini akan berproses, insyaallah ini jadi wawasan kita bersama, bukan hanya mendapatkan masalah di daerah yang didapat tapi ada perspektif baru,” ucapnya.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan untuk Masa Depan

Sebagai penutup kegiatan, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh mahasiswa KKS-T atas kontribusi berarti yang telah mereka berikan selama berada di Gorontalo Utara. Ia mengakui peran vital mahasiswa dalam memberikan manfaat nyata, terutama melalui partisipasi aktif dalam program Mopomulo.

“Saya ucapkan terima kasih salam pemerintah dan masyarakat, apalagi sudah menorehkan jasa dalam bentuk Mopomulo. Mahasiswa Mohungo ini yang paling banyak menanam. Makanya saya mau buat yang lebih bagus lagi dan masing-masing orang dapat,” tandasnya.

Gerakan Agro Mopomulo: Lebih dari Sekadar Menanam Pohon

Sebelumnya, Bupati Thariq Modanggu menjelaskan lebih rinci mengenai Gerakan Agro Mopomulo (GAM). Ia menegaskan bahwa GAM merupakan sebuah gerakan menanam yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Salah satu program unggulan di sini, yaitu one man ten tree, 1 orang 10 pohon,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Thariq menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar aktivitas menanam pohon secara sporadis, melainkan sebuah gerakan yang berbasis data.

“Untuk diketahui, dengan gerakan menanam pohon ini, kita sudah me-launching juga bank data pohon. Jadi bukan hanya menanam, orang menanam ini ada bank datanya, di mana koordinatnya, berapa pohon,” katanya, menegaskan komitmen terhadap pengelolaan data yang akurat.

Pos terkait