Canva Merger: AI & Motion Design Makin Perkasa

Canva, sebuah raksasa platform komunikasi visual global, baru-baru ini mengumumkan langkah strategisnya dengan mengakuisisi dua startup teknologi inovatif: MangoAI dan Cavalry. Akuisisi ini menandai komitmen Canva untuk memperkuat kapabilitas kecerdasan buatan (AI) mereka secara signifikan, sekaligus memperluas lini produk dalam ranah motion design.

Memperkuat AI untuk Pemasaran dan Kreativitas

Cliff Obrecht, Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) Canva, menjelaskan bahwa melalui akuisisi MangoAI, perusahaan bertekad untuk meningkatkan pengembangan produk yang secara khusus ditujukan bagi tim pemasaran dan kreatif. “Membangun fondasi dari MagicBrief, algoritma dan sistem pembelajaran MangoAI akan mendukung produk pemasaran generasi berikutnya berbasis AI, membuka era baru ketika data kinerja secara berkelanjutan meningkatkan dan menyesuaikan materi kreatif secara real time,” ungkap Obrecht dalam sebuah pernyataan resmi.

Hal ini berarti bahwa materi pemasaran yang dihasilkan akan semakin cerdas, mampu beradaptasi secara dinamis berdasarkan data kinerja yang masuk. Dengan demikian, tim pemasaran dapat lebih efisien dalam mengoptimalkan kampanye mereka, memastikan bahwa setiap elemen kreatif memberikan dampak maksimal. Integrasi teknologi AI dari MangoAI diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi para pengguna Canva dalam lanskap pemasaran yang semakin kompleks.

Ekspansi ke Ranah Motion Design Profesional

Selain penguatan di sisi AI, bergabungnya Cavalry juga menjadi poin penting dalam strategi Canva. Akuisisi ini akan memperkuat upaya perusahaan untuk menawarkan solusi desain yang terintegrasi secara menyeluruh. Dengan mengintegrasikan fitur vektor dan motion dalam satu platform yang sama, Canva berupaya mengurangi ketergantungan pengguna pada berbagai perangkat lunak terpisah yang seringkali rumit dan memakan biaya besar.

Cavalry sendiri telah dikenal luas di kalangan para profesional motion designer berkat kemampuannya dalam menyediakan proses produksi yang lebih cepat dan fleksibel. Oleh karena itu, akuisisi Cavalry dinilai sangat strategis untuk memperdalam penetrasi Canva di segmen desain profesional, khususnya dalam bidang animasi 2D dan motion design.

Kolaborasi dengan Talenta Global

Lebih lanjut, Cavalry telah menjadi pilihan utama bagi berbagai perusahaan global ternama, termasuk Amazon, Meta, Google, dan Netflix. Hal ini menunjukkan kredibilitas dan kualitas teknologi yang dikembangkan oleh startup asal Inggris tersebut. Para pendiri Cavalry, yakni Chris Hardcastle, Ian Waters, dan Adam Jenns, dijadwalkan akan bergabung dengan tim Canva. Kehadiran mereka diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan lini kreatif profesional perusahaan.

Chris Hardcastle, Co-founder Cavalry, menyatakan antusiasmenya terhadap visi jangka panjang dan platform Canva. Ia melihat ini sebagai babak baru yang tepat bagi teknologi yang telah mereka kembangkan. “Bersama-sama, kami memiliki peluang besar untuk mendefinisikan ulang desain motion, menghadirkan alur kerja yang lebih cerdas dan membuat animasi lebih kuat serta jauh lebih mudah diakses,” imbuhnya.

Sementara itu, Nirmal Govind, Co-founder MangoAI, juga mengungkapkan kegembiraannya untuk bergabung dengan Canva. Ia berharap dapat berkontribusi dalam pemanfaatan data, algoritma, dan AI untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal di seluruh produk perusahaan.

Pertumbuhan Pesat dan Dampak Finansial

Perlu dicatat bahwa akuisisi ini terjadi di tengah pertumbuhan Canva yang luar biasa. Saat ini, jumlah pengguna Canva telah melampaui angka 265 juta orang di seluruh dunia. Sepanjang tahun 2025, fitur-fitur berbasis AI yang disediakan oleh Canva telah digunakan lebih dari 24 miliar kali, sebuah angka yang menunjukkan adopsi teknologi AI yang tinggi di kalangan penggunanya. Selain itu, Canva berhasil menarik lebih dari 50 juta pengguna baru dalam periode satu tahun terakhir.

Dari sisi kinerja keuangan, Canva menutup tahun 2025 dengan pendapatan tahunan yang mengesankan, mencapai sekitar US$4 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 36% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Keberhasilan finansial ini ditopang oleh lebih dari 31 juta pelanggan premium yang aktif, serta arus kas yang terus positif selama sembilan tahun berturut-turut.

Akuisisi MangoAI dan Cavalry ini menambah daftar panjang ekspansi strategis Canva dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Canva telah mengakuisisi Affinity, Leonardo, dan MagicBrief. Manajemen Canva menegaskan bahwa integrasi teknologi dari MangoAI dan Cavalry akan mempercepat realisasi peta jalan produk jangka panjang mereka, terutama dalam upaya pengembangan teknologi AI mutakhir dan penyediaan rangkaian alat kreatif yang terpadu dan inovatif.

Pos terkait